Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Meta Pakai AI Intai Umur Pengguna, Akun Bisa Diblokir

Meta akan memakai AI untuk mendeteksi pengguna di bawah 13 tahun di Instagram dan Facebook lewat foto, caption, dan pola perilaku.…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Meta Pakai AI Intai Umur Pengguna, Akun Bisa Diblokir
Deutsche Welle
Meta Pakai AI Intai Umur Pengguna, Akun Bisa Diblokir 

“Ada faktor-faktor nyata di platform ini yang berisiko bagi perkembangan remaja yang sehat: scrolling tanpa akhir … rekomendasi sepihak yang mendorong penggunaan berfokus pada kecantikan sehingga memicu perbandingan diri atau konten diskriminatif,” kata Stephan Dreyer, peneliti senior hukum dan tata kelola media di Leibniz Institute for Media Research, Jerman.

Dreyer mengatakan kepada DW bahwa langkah hukum seharusnya menargetkan karakteristik platform seperti Instagram itu sendiri, bukan menetapkan batas usia minimum bagi pengguna.

Larangan media sosial bagi remaja dianggap seperti “pendidikan seks abstinensi”

Przybylski percaya pembatasan usia bukan solusi yang tepat. Sebaliknya, ia mendukung regulasi privasi yang mencegah pengumpulan data dari pengguna di bawah 18 tahun, serta pendidikan literasi media yang lebih baik bagi anak muda dan orang tua mereka.

Melarang remaja menggunakan media sosial hingga usia tertentu “menggunakan logika yang sama seperti pendidikan seks berbasis abstinensi,” kata Przybylski. “Kita juga tidak langsung memberikan SIM hanya karena seseorang mencapai usia tertentu, mereka perlu belajar terlebih dahulu.”

Para remaja sendiri juga skeptis terhadap ide tersebut. Survei representatif UNICEF Jerman pada April 2026 menunjukkan bahwa 74% remaja usia 14–16 tahun menolak larangan media sosial bagi pengguna di bawah 16 tahun.

Juru bicara UNICEF Jerman, Katja Sodomann, mengatakan sebagian besar kehidupan saat ini berlangsung di media sosial, dan melarang akses bagi remaja akan membatasi hak mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Rekomendasi Untuk Anda

“Itu terutama berlaku bagi remaja dari kelompok rentan atau minoritas,” katanya kepada DW. “Seseorang dengan latar belakang pengungsi mungkin tidak bisa berkomunikasi dengan teman atau keluarga di negara asal tanpa media sosial. Anak-anak LGBTQ+ mungkin menemukan komunitas secara online. Remaja dengan disabilitas yang mobilitasnya terbatas bisa menggunakan media sosial untuk tetap terhubung dengan teman-teman.”

“Saya tidak bisa membayangkan Meta akan menghapus data itu”

Nadia, 42 tahun, seorang ibu dari dua anak di kota Bremen, Jerman utara. Putranya yang berusia 12 tahun tidak menggunakan media sosial, tetapi putrinya yang hampir berusia 15 tahun memiliki akun Instagram.

Nadia sendiri aktif menggunakan media sosial, baik secara pribadi maupun untuk pekerjaan, sehingga ia mengetahui tren viral ketika muncul. Ia tidak percaya pada larangan media sosial berbasis usia, dan mengatakan bahwa literasi media jauh lebih penting, terutama bagi orang tua remaja. Namun ia merasa tidak nyaman dengan gagasan Meta AI menganalisis akun media sosial untuk menyaring pengguna di bawah usia 13 tahun.

“Saya merasa ini sangat bermasalah,” kata Nadia. “Meta adalah penimbun data. Saya tidak bisa membayangkan mereka akan menghapus data yang mereka kumpulkan dengan cara ini.”

“AI dapat menarik data pribadi dan menggunakannya untuk tujuan yang tidak jelas bagi kita,” katanya. “Dan mungkin AI bahkan tidak bisa mengenali akun milik anak di bawah 13 tahun, karena banyak pengguna menjaga akun mereka tetap anonim.”

Meta mengatakan bahwa data dari pengguna di bawah usia 13 tahun akan dihapus.

Apa yang terjadi jika akun Anda, atau akun anak Anda terdampak?

Jika Meta AI menemukan pola yang menunjukkan seorang pengguna kemungkinan berusia di bawah batas minimum 13 tahun, akun tersebut akan dinonaktifkan sementara.

Akun beserta seluruh data terkait akan dihapus jika pengguna tidak dapat memverifikasi bahwa mereka berusia di atas 13 tahun.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Ayu Purwaningsih

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas