Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

NASA hendak bangun pangkalan permanen di Bulan – Persaingan antariksa AS dan China

NASA merilis rincian tentang pendarat robotik, drone yang melompat, dan kendaraan yang menurut rencana akan dikirim ke Bulan sebagai…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in NASA hendak bangun pangkalan permanen di Bulan – Persaingan antariksa AS dan China
BBC Indonesia
NASA hendak bangun pangkalan permanen di Bulan – Persaingan antariksa AS dan China 

Pada Selasa (26/05), NASA mengatakan beberapa perusahaan termasuk Blue Origin, Intuitive Machines, dan Astrobotic telah mendapatkan kontrak untuk membangun mesin-mesin tersebut.

NASA ingin pendarat lunar Blue Origin yang disebut Endurance mampu melakukan pendaratan presisi, serta navigasi dan kendali otonom.

Pendarat Griffin-1 milik Astrobotic diharapkan mendarat di Kawah Nobile dekat Kutub Selatan Bulan.

Mesin-mesin tersebut juga akan mengirimkan instrumen ilmiah untuk NASA, termasuk kamera resolusi tinggi dan alat yang menggunakan pantulan cahaya laser untuk membantu wahana mendarat.

Eksplorasi robotik ini diperkirakan berlangsung hingga 2029. Semua wahana yang beratnya mencapai 4 metrik ton akan dibawa ke Bulan melalui 25 peluncuran, kata Carlos García-Galán, eksekutif program Moon Base, pada Selasa (26/05).

Selanjutnya, NASA ingin membangun fasilitas energi nuklir dan surya di Bulan, termasuk reaktor fisi.

Pada 2032, NASA ingin manusia dapat tinggal di Bulan dalam hunian "semi-permanen".

Rekomendasi Untuk Anda

Wahana penjelajah juga akan memungkinkan astronaut melakukan perjalanan jarak jauh melintasi permukaan berbatu.

Kutub Selatan Bulan sangat menarik karena air beku dapat digunakan sebagai air minum atau untuk menghasilkan oksigen.

Namun, rencana NASA bergantung pada kesiapan wahana antariksa yang dapat dengan aman mengangkut manusia ke Bulan.

Perusahaan SpaceX milik Elon Musk dikontrak untuk membangun wahana bernama Starship Human Landing System, tetapi proyek ini menghadapi banyak hambatan dan penundaan.

"Langkah pembatasnya adalah membawa astronaut turun ke permukaan," jelas ilmuwan Bulan Simeon Barber.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas