Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Pemandu Gunung Everest terjebak berhari-hari, bertahan hidup dengan makan cokelat dan 'mengunyah es'

Pemandu asal Nepal ditemukan merayap turun dari Gunung Everest setelah selama enam hari tidak diketahui nasibnya. Kepada BBC dia mengaku…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemandu Gunung Everest terjebak berhari-hari, bertahan hidup dengan makan cokelat dan 'mengunyah es'
BBC Indonesia
Pemandu Gunung Everest terjebak berhari-hari, bertahan hidup dengan makan cokelat dan 'mengunyah es' 

"Rasanya gila, satu menit saya menahan air mata bersama putrinya, lalu menit berikutnya melihat dia merangkak kembali ke perkemahan," kata Thrall kepada Newshour BBC.

"Benar-benar luar biasa, sulit diungkapkan dengan kata-kata."

Istrinya, Damu Sherpa, mengatakan kepada BBC bahwa ia telah kehilangan harapan ketika diberi tahu oleh perusahaan ekspedisi bahwa operasi penyelamatan tidak mungkin dilakukan.

Keluarganya telah mulai melakukan ritual terakhirnya.

"Saat saya melihatnya untuk pertama kali, saya sangat terkejut. Saya sangat tegang setelah kami diberi tahu bahwa ia tidak akan pernah pulang. Saya tidak percaya bagaimana ia bisa kembali hidup. Saya tidak percaya dengan mata saya tentang bagaimana ia kembali dengan selamat," katanya.

"Saya bertanya-tanya bagaimana ia bisa bertahan hidup begitu lama tanpa makanan dan persediaan… Saya tidak mengerti bagaimana suami saya makan dan minum di ketinggian seperti itu. Saya berharap tidak ada seorang pun harus menghadapi nasib ini."

Menurutnya, pemerintah Nepal seharusnya memastikan insiden serupa tidak terjadi lagi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ia mengenali saya … dalam kondisi baik dan bisa berbicara," kata putrinya, Mhendo Lhamo Sherpa, kepada kantor berita Reuters setelah mengunjunginya.

"Kami bahagia."

Para dokter di Rumah Sakit HAMS di Kathmandu mengatakan Dawa Sherpa telah "menerima perawatan medis komprehensif di unit perawatan intensif", tetapi dalam kondisi stabil dan "dehidrasinya menunjukkan perbaikan signifikan".

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas