Paus Leo Memberi Hormat di Hadapan "Martabat" Para Migran
Paus Leo mengunjungi Pelabuhan Arguineguin pada Kamis (11/06), salah satu titik krisis migrasi di Kepulauan Kanaria, Spanyol. Ia mengecam…
Pada 2024, lebih dari 46.000 orang tiba di kepulauan tersebut, dan menjadi angka tertinggi yang pernah tercatat. Namun, setelah tercapainya sejumlah kesepakatan antara Uni Eropa, Spanyol, dan beberapa pemerintah Afrika Barat, jumlah kedatangan menurun drastis. Selama lima bulan pertama di tahun 2026, tercatat hanya lebih dari 3.000 orang yang tiba di sana.
Data proyek "Missing Migrants” atau Migran yang Hilang milik Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menunjukkan sekitar 6.600 orang meninggal di jalur Atlantik dari Afrika Barat sejak pencatatan dimulai pada tahun 2014. Jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar karena minimnya informasi dan adanya fenomena "kapal karam yang tak terlihat."
Kelompok pembela hak-hak migran Spanyol, Walking Borders (Caminando Fronteras), memperkirakan lebih dari 25.000 orang meninggal atau hilang saat berusaha mencapai Kepulauan Kanaria sejak 2020.
Pada Kamis (11/06), sebuah papan nama dipasang untuk mengubah sebutan Pelabuhan Arguineguin dari "dermaga rasa malu" menjadi "dermaga harapan."
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Adelia Dinda Sani
Editor: Melisa Lolindu
