Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Deutsche Welle

Bagaimana Perang Ukraina Mengubah Masyarakat Rusia

Jejak apa yang ditinggalkan agresi Rusia pada para prajurit dan keluarganya yang sebenarnya menghindari perang? Para peneliti dan…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bagaimana Perang Ukraina Mengubah Masyarakat Rusia
Deutsche Welle
Bagaimana Perang Ukraina Mengubah Masyarakat Rusia 
Memuat video…

Hal ini terutama berlaku bagi mantan narapidana yang pernah bertempur dalam perusahaan militer swasta dan brigade penyerbu, papar Tupitsyn.

Ia menceritakan kisah seorang pria yang pernah dihukum karena pembunuhan ganda. Pria itu dibebaskan untuk menjalani dinas militer dan setelah kembali dari garis depan berusaha mendapatkan pekerjaan sebagai guru di sebuah sekolah.

Menurut Tupitsyn, namanya telah dihapus dari seluruh catatan kriminal setelah bertugas dalam Grup Wagner, sebuah kelompok tentara bayaran swasta Rusia.

"Kepala sekolah menelepon saya dengan ketakutan dan mengatakan bahwa hanya dengan melihatnya saja ia sudah merasa takut," kenang Tupitsyn.

Sekolah tersebut akhirnya menolak lamaran pria itu meskipun ia memiliki berbagai medali dan kartu identitas veteran. Menurut Alexandra Arkhipova, bahkan keluarga personel militer juga mengeluhkan pengucilan sosial.

Seorang perempuan menulis kepadanya bahwa ia ingin menjadi "istri seorang pahlawan", tetapi yang ia rasakan justru penolakan dari masyarakat.

Perempuan itu mengkritik negara karena menjadikan para serdadu perang sebagai "tentara bayaran" dengan terus-menerus menonjolkan pembayaran uang dan kompensasi yang besar, alih-alih menekankan gagasan tentang pengabdian dan kepahlawanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Bagi Igor Shchetko, sang pembelot yang melakukan segala cara agar tidak menghabiskan satu hari pun dalam perang, ada hal lain yang jauh lebih penting. "Tidak ada setetes pun darah orang Ukraina yang menempel di tangan saya, baik darah warga sipil maupun tentara," ujarnya.

Ia mengenang bahwa setelah melarikan diri, untuk pertama kalinya ia merasa aman ketika tiba di Prancis. "Saya tidak menyesali apa pun. Saya tetap jujur pada diri saya sendiri," ujarnya.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Rusia

Diadaptasi dari bahasa Jerman oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Yuniman Farid

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas