Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2 Hipotesis Penyebab Pembunuhan Diplomat RI Zetro Leonardo Purba di Peru

Sejumlah media di Peru mensinyalir pelaku adalah pembunuh profesional dengan mengutip sumber di kepolisian setempat.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in 2 Hipotesis Penyebab Pembunuhan Diplomat RI Zetro Leonardo Purba di Peru
Foto Tangkapan Layar
DIPLOMAT RI DITEMBAK - Zetro Leonardo Purba diplomat RI yang ditembak di Peru. 

 

TRIBUNNEWS.COM, PERU - Diplomat RI di Peru, Zetro Leonardo Purba, ditembak mati pria yang menunggunya di depan pintu apartemennya di blok 3 Jalan César Vallejo, Lince, Lima, Ibu Kota Peru pada Senin (1/9/2025) malam.

Polisi Peru terus melakukan penyelidikan atas pembunuhan Zetro  Leonardo Purba.

Sejumlah media di Peru mensinyalir pelaku adalah pembunuh profesional dengan mengutip sumber di kepolisian setempat.

Dari CCTV terlihat pelaku dengan cepat melakukan tembakan seketika menghilang melarikan diri dengan sepeda motor.

Unit Investigasi dari Kepolisian Peru (PNP)menduga itu tindakan pembunuh profesional.

Tidak ada yang dicuri  baik ponsel, dompet, maupun barang-barang miliknya masih utuh tidak ada yang diambil oleh pelaku.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tujuannya adalah untuk menghabisinya," ujar Menteri Dalam Negeri Peru Carlos Malaver. 

Sejumlah media di Peru termasuk El Comercio dan La Republica menulis dua hipotesis (dugaan sementara) penyebab kematian diplomat Zetro.

Hipotesis pertama

Hipotesis pertama adalah adanya unsur "balas dendam," menurut Komandan Kepolisian Nasional (PNP) David Guivar, kepala Kantor Polisi Lince. 

Sumber kepolisian kepada El Comercio mengindikasikan bahwa almarhum memiliki 'masalah' di Indonesia sebelum ditugasi Kementerian Luar Negeri RI di Peru.

Diduga dia dibuntuti ke Peru.

Media itu menduga dalangnya di Indonesia dan menghubungi pembunuh bayaran asing di Lima.

"Semua menunjukkan bahwa dalangnya berada di negara Asia tersebut dan ia menghubungi pembunuh bayaran di Lima," ujar sumber kepolisian.

Teori ini didukung fakta bahwa Purba baru berada di Peru bersama keluarganya selama lima bulan, dan tidak ada konflik atau ancaman yang diketahui di Peru

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas