Kapal Perusak & Marinir AS Kepung Venezuela, Ini Perbandingan Militer Kedua Negara Jika Perang Pecah
Maduro menyebut pengerahan kapal perang AS sebagai “ancaman terbesar yang pernah terjadi di benua Amerika Latin dalam 100 tahun terakhir".
Penulis:
Malvyandie Haryadi
- Amerika Serikat dan Venezuela di ambang perang
- Gugus tempur Angkatan Laut Amerika Serikat telah berada di dekat Venezuela
- Amerika menuding Presiden Venezuela Nicolas Maduro adalah pemimpin kartel narkoba
- Nicolas Maduro memperingatkan bahwa Venezuela akan melakukan perlawanan bersenjata terhadap setiap aksi militer AS
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketegangan Pemerintah Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dengan Venezuela meningkat tajam dalam sepekan terakhir.
Dimulai dengan pengerahan kapal-kapal perusak AS yang dipersenjatai rudal jelajah Tomahawk, serangan AS terhadap kapal cepat yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba, hingga manuver pesawat tempur F-16 Venezuela di dekat kapal perang AS. Apa sebenarnya yang terjadi?
Juli lalu, Presiden AS Donald Trump menandatangani arahan rahasia yang menginstruksikan Pentagon untuk menggunakan kekuatan militer terhadap kartel narkoba di Amerika Latin yang telah diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh pemerintahannya.
Satu di antaranya adalah kelompok kriminal Venezuela, yang juga ditetapkan sebagai organisasi teroris. Menurut klaim AS, kelompok tersebut dipimpin oleh Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Selanjutnya, Washington mulai mengerahkan armada kapal dan pesawat untuk memantau aktivitas penyelundupan dan menetapkan sasaran serangan.
Venezuela merespons. Presiden Nicolás Maduro memperingatkan bahwa Venezuela akan melakukan “perlawanan bersenjata” terhadap setiap aksi militer AS.
Ia menuduh Menteri Rubio berusaha memprovokasi Presiden Trump agar terlibat dalam perang yang akan mencoreng reputasinya.
Maduro menyebut pengerahan kapal perang AS sebagai “ancaman terbesar yang pernah terjadi di benua ini dalam 100 tahun terakhir,” dan mengklaim bahwa terdapat “delapan kapal militer dengan 1.200 rudal” yang menargetkan Venezuela.
Sebagai langkah pertahanan, Maduro mengumumkan pengerahan 4,5 juta milisi di seluruh negeri dan berjanji untuk “melindungi laut, langit, dan tanah kami.”
Daftar Alutsista AS yang Kepung Venezuela
Hingga saat ini, militer AS telah mengerahkan 8 kapal perang, beberapa pesawat pengintai P-8 milik Angkatan Laut, dan 1 kapal selam serang
Kelompok Tempur Amfibi Iwo Jima — termasuk U.S.S. San Antonio, U.S.S. Iwo Jima, dan U.S.S. Fort Lauderdale — membawa 4.500 pelaut dan sedang berada di dekat Puerto Rico.
Unit Ekspedisi Marinir ke-22 dengan 2.200 personel juga turut serta, dengan dukungan pesawat serang AV-8B Harrier.
Dua kapal perusak rudal kendali — U.S.S. Jason Dunham dan U.S.S. Gravely — beroperasi di Karibia selatan, setelah sebelumnya terlibat dalam kampanye militer di Laut Merah.
Kapal ketiga, U.S.S. Sampson, yang saat ini berada di Pasifik timur, kemungkinan akan bergabung.