Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Pangeran Hisahito, Kemungkinan Menjadi Kaisar Terakhir Jepang

Pangeran Hisahito baru saja menggelar upacara kedewasaan pada usia 19 tahun, menjadi momen bersejarah kekaisaran Jepang yang krisis suksesi pria.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sosok Pangeran Hisahito, Kemungkinan Menjadi Kaisar Terakhir Jepang
Kolase tangkap layar YouTube Nippon Television News Japan-English
KEKAISARAN JEPANG - Kolase tangkap layar YouTube Nippon Television News Japan-English 8 September 2025, memperlihatkan upacara kedewasaan Pangeran Hisahito yang digelar pada 6 September 2025. Pangeran Hisahito berada di urutan kedua tahta kekaisaran Jepang. 

Pendidikan Pangeran Hisahito terbilang menarik perhatian publik.

Pada 2010, ia masuk Taman Kanak-kanak Universitas Ochanomizu, kemudian melanjutkan ke sekolah dasar universitas tersebut pada 2013.

Langkah ini menjadi sejarah, karena Hisahito adalah anggota keluarga kekaisaran pertama yang tidak menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Gakushuin, sekolah tradisional keluarga kerajaan.

Saat ini, Pangeran Hisahito menempuh pendidikan di Sekolah Ilmu Hayati dan Lingkungan, Universitas Tsukuba, bersama rekan-rekan sebayanya.

Pangeran Hisahito Kemungkinan Akan Menjadi Kaisar Terakhir Jepang

KEKAISARAN JEPANG - Foto yang menunjukkan garis keturunan Kekaisaran Jepang.
KEKAISARAN JEPANG - Foto yang menunjukkan garis keturunan Kekaisaran Jepang. (PEOPLE)

Pangeran Hisahito adalah keponakan Kaisar Naruhito.

Kaisar Naruhito hanya memiliki satu anak, yakni Putri Aiko.

Ayah dari Pangeran Hisahito, Putra Mahkota Akishino, adalah laki-laki terakhir keluarga kekaisaran yang mencapai usia dewasa pada 1985.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini, keluarga kekaisaran memiliki 16 anggota dewasa, tetapi Hisahito dan ayahnya adalah satu-satunya pewaris laki-laki yang lebih muda dari Naruhito.

Kekurangan penerus laki-laki menjadi masalah serius bagi monarki Jepang, yang telah berlangsung selama lebih dari 1.500 tahun.

Situasi ini juga mencerminkan masalah demografis Jepang yang lebih luas, yakni populasi yang menua dan terus menyusut.

Di masa lalu, Jepang pernah memiliki delapan kaisar perempuan, yang terakhir adalah Permaisuri Gosakuramachi pada abad ke-18.

Namun, tak satu pun dari mereka yang mewariskan takhta kepada anak-anaknya.

Baca juga: Kaisar Jepang Berharap Manusia Tetap Terus Bersatu Semangat Mencari Kedamaian dan Kebahagiaan

Aturan berubah pada 1889 ketika Konstitusi Pra-Perang secara resmi membatasi suksesi hanya untuk laki-laki.

Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran 1947, yang masih berlaku hingga kini, tetap mempertahankan larangan bagi perempuan untuk naik takhta.

Kekaisaran Jepang di Ambang Krisis Keturunan

Dalam wawancara pada 2024, Kaisar Naruhito mengakui bahwa masa depan Takhta Krisan sedang terancam.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas