Kerusuhan di Nepal: PM Mundur, Menteri Dikejar Warga, Gedung Parlemen Dibakar
Kerusuhan di Nepal terus menjalar di seluruh negeri mengakibatkan Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur dari jabatannya.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Febri Prasetyo
Dalam pesan video, panglima militer Nepal Ashok Raj Sigdel mendesak para pengunjuk rasa untuk menghentikan demonstrasi guna mencegah hilangnya nyawa dan harta benda lebih lanjut dan untuk maju berdialog.
Menteri Dikejar dan Dipukuli
Setelah mundurnya Sharma Oli, unjuk rasa semakin memanas dengan membakar rumahnya.
Bahkan Menteri Keuangan Nepal Bishnu Prasad Paudel dikejar di jalanan Kathmandu.
Dikutip dari NDTV, Paudel terlihat berlari di jalanan Kathmandu, diikuti puluhan orang.
Seorang pengunjuk rasa, dari arah berlawanan, melompat dan menendang sang menteri hingga terjatuh, yang kemudian kehilangan keseimbangan dan menabrak tembok, seperti yang terlihat dalam video yang tersebar luas di media sosial.
Tak hanya itu, terlihat juga dalam sebuah video yang beredar menunjukkan para pengunjuk rasa memukuli pemimpin Partai Kongres Nepal, Sher Bahadur Deuba, dan istrinya, Arzu Rana Deuba, yang saat ini menjabat sebagai menteri luar negeri.
Keduanya tampak berdarah, sementara satu video menunjukkan pemimpin partai tersebut ditolong ke tempat aman.
Dikutip dari AP News, partai ini adalah partai terbesar di negara itu dan merupakan bagian dari koalisi yang berkuasa.
Asap masih keluar dari gedung parlemen, rumah presiden, sekretariat pusat yang menampung kantor perdana menteri dan kementerian utama, serta kediaman resmi perdana menteri pada hari Rabu.
Baca juga: Nepal Makin Kacau, Istana dan Gedung Pemerintahan Terbakar, Perdana Menteri Mundur
Gedung penerbitan Kantipur, media terbesar di Nepal, dibakar dan dirusak.
Ruang pamer mobil juga dibakar. Kendaraan-kendaraan yang terbakar bertebaran di jalanan.
Para pengunjuk rasa telah menyerang gedung-gedung pemerintah dan kediaman para pemimpin politik terkemuka sepanjang hari Selasa, menyalahkan pemerintah atas tindakan polisi yang menembaki para pengunjuk rasa.
(Tribunnews.com/Whiesa)