Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kerusuhan di Nepal: PM Mundur, Menteri Dikejar Warga, Gedung Parlemen Dibakar

Kerusuhan di Nepal terus menjalar di seluruh negeri mengakibatkan Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur dari jabatannya.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Kerusuhan di Nepal: PM Mundur, Menteri Dikejar Warga, Gedung Parlemen Dibakar
YouTube CBS News
KERUSUHAN DI NEPAL - Tangkapan layar menunjukkan gedung parlemen di Nepal dibakar massa setelah unjuk rasa Gen Z pada Senin (8/9/2025) berakhir dengan jatuhnya korban jiwa. Kini, Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli mengundurkan diri dari jabatannya dan Menteri Keuangan Nepal, Bishnu Prasad Paudel dikejar dan dipukuli warga di jalanan Kathmandu. 

TRIBUNNEWS.COM - Demo besar-besaran di Nepal terus meluas hingga membuat Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mundur dari jabatannya.

Demo yang dilakukan oleh anak muda di Nepal bermula ketika pemerintah memutuskan untuk memblokir akses ke beberapa platform media sosial.

Pada Kamis (4/9/2025) lalu, pemerintah Nepal melarang situs media sosial seperti Facebook dan Instagram setelah situs tidak mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi.

Sebuah pemberitahuan menyebutkan bahwa raksasa media sosial diberi waktu seminggu untuk mendaftar ke pemerintah, mulai 28 Agustus.

Hingga tenggat waktu yang diberikan, tidak ada satu pun platform media sosial yang mengajukannya.

Atas keputusan pemerintah itu, ribuan pengunjuk rasa yang disebut demonstran Gen Z turun ke jalan, Senin (8/9/2025).

Mereka berkumpul untuk memprotes larangan tersebut dan tuduhan yang lebih luas tentang korupsi dan otoritarianisme di pihak pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibatnya, sebanyak 19 orang tewas dan lebih dari 100 terluka akibat protes tersebut.

Akhirnya, Perdana Menteri Nepal K.P. Sharma Oli terpaksa harus mundur dari jabatannya.

"Mengingat situasi yang tidak menguntungkan di negara ini, saya telah mengundurkan diri efektif hari ini untuk memfasilitasi penyelesaian masalah dan membantu menyelesaikannya secara politis sesuai dengan konstitusi," tulis Oli dalam suratnya kepada Presiden Ramchandra Paudel pada hari Selasa, dikutip dari Al Jazeera.

Untuk menolak jam malam yang tak terbatas, ribuan pemuda Nepal kembali turun ke jalan di Kathmandu pada hari Selasa, menuntut perubahan dan bentrok dengan polisi anti huru hara.

Baca juga: Istri Mantan Perdana Menteri Nepal Tewas usai Derita Luka Bakar Imbas Rumahnya Dibakar Demonstran

Beberapa pengunjuk rasa bahkan membakar gedung-gedung pemerintah.

"Pemerintah Nepal telah jatuh, kaum muda telah memenangkan protes," kata tokoh protes utama Sudan Gurung, dalam sebuah unggahan di Instagram yang baru saja dipulihkan.

"Masa depan adalah milik kita," lanjutnya.

Presiden Ram Chandra Poudel, kepala negara seremonial, mengimbau para pengunjuk rasa untuk terlibat dalam diskusi guna menemukan resolusi damai dan menghentikan eskalasi lebih lanjut.

Dalam pesan video, panglima militer Nepal Ashok Raj Sigdel mendesak para pengunjuk rasa untuk menghentikan demonstrasi guna mencegah hilangnya nyawa dan harta benda lebih lanjut dan untuk maju berdialog.

Menteri Dikejar dan Dipukuli

Setelah mundurnya Sharma Oli, unjuk rasa semakin memanas dengan membakar rumahnya.

Bahkan Menteri Keuangan Nepal Bishnu Prasad Paudel dikejar di jalanan Kathmandu.

Dikutip dari NDTV, Paudel terlihat berlari di jalanan Kathmandu, diikuti puluhan orang.

Seorang pengunjuk rasa, dari arah berlawanan, melompat dan menendang sang menteri hingga terjatuh, yang kemudian kehilangan keseimbangan dan menabrak tembok, seperti yang terlihat dalam video yang tersebar luas di media sosial.

Tak hanya itu, terlihat juga dalam sebuah video yang beredar menunjukkan para pengunjuk rasa memukuli pemimpin Partai Kongres Nepal, Sher Bahadur Deuba, dan istrinya, Arzu Rana Deuba, yang saat ini menjabat sebagai menteri luar negeri.

Keduanya tampak berdarah, sementara satu video menunjukkan pemimpin partai tersebut ditolong ke tempat aman.

Dikutip dari AP News, partai ini adalah partai terbesar di negara itu dan merupakan bagian dari koalisi yang berkuasa.

Asap masih keluar dari gedung parlemen, rumah presiden, sekretariat pusat yang menampung kantor perdana menteri dan kementerian utama, serta kediaman resmi perdana menteri pada hari Rabu.

Baca juga: Nepal Makin Kacau, Istana dan Gedung Pemerintahan Terbakar, Perdana Menteri Mundur

Gedung penerbitan Kantipur, media terbesar di Nepal, dibakar dan dirusak.

Ruang pamer mobil juga dibakar. Kendaraan-kendaraan yang terbakar bertebaran di jalanan.

Para pengunjuk rasa telah menyerang gedung-gedung pemerintah dan kediaman para pemimpin politik terkemuka sepanjang hari Selasa, menyalahkan pemerintah atas tindakan polisi yang menembaki para pengunjuk rasa.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas