Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PM Qatar Bersumpah Balas Israel, Tak Akan Diam Usai Netanyahu Gempur Doha

PM Qatar sebut serangan Israel sebagai “terorisme negara” dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Qatar, ancam akan gelar serangan balasan

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in PM Qatar Bersumpah Balas Israel, Tak Akan Diam Usai Netanyahu Gempur Doha
Tangkapan layar siaran Arab News
PM QATAR - PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani sebut serangan Israel sebagai “terorisme negara” dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Qatar, ancam akan gelar serangan balasan lantaran serangan ini tak hanya melukai warga sipil, tetapi juga menimbulkan kerusakan infrastruktur publik, termasuk jaringan listrik dan komunikasi di area sekitar lokasi. 

"Qatar berhak menangani serangan terang-terangan ini dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menanggapinya," tegasnya.

Balasan apa yang mungkin dilakukan Qatar?

Sejauh ini Pemerintah Qatar tak merinci serangan apa yang akan dilakukan militernya untuk membalas gempuran yang dilakukan Israel.

Namun analis menilai Qatar kemungkinan tidak akan menempuh jalur militer seperti Iran. Lantaran kapasitas pertahanan dan kekuatan militer Qatar tidaklah seperti Iran atau Israel.

Namun, komitmen Al-Thani untuk melakukan “pembalasan” membuka peluang tekanan diplomatik dan hukum internasional terhadap Israel.

Sebagai gantinya Qatar kemungkinan besar akan menempuh jalur hukum internasional.

Al-Thani mengungkapkan pemerintahnya telah membentuk tim hukum khusus untuk membawa kasus ini ke forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Mahkamah Internasional (ICJ).

Selain itu, Qatar diperkirakan akan menggalang dukungan dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta negara-negara Arab untuk mengutuk agresi Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Dukungan negara-negara Arab, terutama Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Iran, akan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel di forum global, termasuk PBB. Jika blok besar ini bersatu, posisi Israel akan semakin terpojok dalam perundingan internasional.

Lebih lanjut, sebagai salah satu negara produsen gas terbesar di dunia, Qatar memiliki kekuatan ekonomi yang bisa digunakan sebagai senjata diplomasi.

Pengamat yang dikutip Middle East Eye menilai Doha dapat mempertimbangkan pembatasan hubungan dagang dengan pihak-pihak yang mendukung Israel, atau memanfaatkan posisinya di pasar energi untuk menekan negara-negara sekutu Tel Aviv.

Balasan Qatar juga bisa berupa peningkatan dukungan politik dan finansial bagi Palestina, terutama Gaza.

Doha selama ini dikenal sebagai salah satu mediator utama dalam negosiasi gencatan senjata. Namun, serangan Israel ke ibu kota Qatar dinilai bisa mendorong Doha mengambil sikap lebih keras dengan memperluas bantuan kemanusiaan maupun logistik.

Jika Qatar menambah aliran dana dan logistik, kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Gaza bisa semakin kuat, baik dari sisi persenjataan, infrastruktur pertahanan, maupun dukungan publik. Hal ini membuat operasi militer Israel di Gaza semakin sulit.

AS Tegaskan Qatar Berhak Membalas

Amerika Serikat menyatakan Qatar memiliki hak untuk membalas serangan Israel yang mengguncang ibu kota Doha pada Selasa (9/9/2025).

Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan dirinya tidak terlibat dalam keputusan militer Israel, dan menyebut serangan itu murni perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas