10 Tempat Terlarang di Dunia, Tidak Bisa Didatangi Turis
Inilah 10 tempat dunia yang dilarang untuk dikunjungi, ada yang karena alasan keamanan negara hingga bahaya.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Pulau ini dihuni suku Sentinel yang menolak kontak dengan dunia luar.
Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Suku Aborigin Kepulauan Andaman dan Nikobar 1956, pulau ini dilarang untuk publik.
Larangan diberlakukan demi melindungi penduduk asli yang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit luar, sekaligus demi keamanan pengunjung.
8. Pravčická Brána, Republik Ceko
Dikenal sebagai Gerbang Pravčice, lengkungan batu alam ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Di sampingnya terdapat “Sarang Elang”, rumah musim panas yang dibangun Pangeran Edmund Clary-Aldringen dari Austria.
Pravčická Brána dulu populer sebagai destinasi wisata, namun kini ditutup demi mencegah keruntuhan akibat kerusakan struktur batu yang rapuh.
Wisatawan masih bisa menikmati keindahannya dari luar.
9. Gudang Benih Global Svalbard, Norwegia
Dijuluki “Gudang Benih Kiamat”, fasilitas ini menyimpan lebih dari 100 juta varietas benih dari seluruh dunia.
Terletak di dalam gunung di Spitsbergen, Norwegia, gudang ini dibangun pada kedalaman 90 meter dan mampu menahan bencana besar, termasuk gempa dan mencairnya es bumi.
Gudang ini dibangun antara 2006–2008 untuk memastikan cadangan benih jangka panjang.
Akses publik dilarang, hanya pihak resmi yang bisa masuk pada hari tertentu untuk keperluan penyimpanan benih.
10. Arsip Rahasia Vatikan, Kota Vatikan
Baca juga: 10 Negara di Dunia yang Tak Punya Sungai: Arab Saudi, Qatar hingga Vatikan
Arsip Apostolik Vatikan menyimpan dokumen penting sejak abad ke-8.
Dengan panjang rak mencapai 85 km, sebagian besar koleksinya tersimpan di fasilitas bawah tanah yang aman.
Akses sangat terbatas, hanya cendekiawan tertentu dengan izin khusus yang boleh meneliti dokumen-dokumen ini.
Isinya mencakup surat Michelangelo kepada Paus Julius II, surat terakhir Mary Ratu Skotlandia sebelum dieksekusi, hingga dokumen ekskomunikasi Martin Luther.
Baca tanpa iklan