Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gempa M 7,8 Guncang Rusia, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7.8 Skala Ritcher mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia pada Jumat (19/9/2025).

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gempa M 7,8 Guncang Rusia, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
HO/AI Chat GPT
ILUSTRASI GEMPA - Gambar ini diolah dengan menggunakan aplikasi AI pada Kamis (21/8/2025). Sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7.8 Skala Ritcher mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia pada Jumat (19/9/2025). 

Gempa ini memicu serangkaian peringatan dari lembaga internasional. 

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik AS (PTWC) mengeluarkan peringatan tsunami bagi pesisir timur Kamchatka serta sejumlah wilayah lain yang berada dalam radius 1.000 km dari episentrum, termasuk Alaska dan Hawaii.

NOAA (Badan Cuaca Nasional AS) menyebutkan kemungkinan terjadinya gelombang tsunami setinggi hingga 3 meter di atas permukaan laut pasang standar di beberapa garis pantai Rusia

Sementara itu, pihak berwenang di Hawaii menyatakan bahwa tidak ada ancaman tsunami destruktif di seluruh Pasifik, namun tetap mengawasi potensi perubahan permukaan laut.

Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar akibat gempa. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi.

"Pagi ini sekali lagi menguji ketahanan warga Kamchatka," kata Solodov.

"Saya meminta semua orang untuk tetap tenang. Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk pesisir timur semenanjung. Masyarakat diimbau untuk waspada."

Serangkaian Gempa Susulan dan Potensi Lanjutnya

Rekomendasi Untuk Anda

Setidaknya 5 gempa susulan telah tercatat oleh USGS, dengan kekuatan antara 5,1 hingga 5,8 SR hanya dalam waktu 40 menit setelah gempa utama.

Pihak geofisika Rusia juga mencatat magniturdo gempa sedikit lebih kecil, yakni 7,4 SR dan memperkirakan gempa susulan bisa terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Kepala Ilmuwan di Pusat Penelitian Seismologi, Adam Pascale, gempa ini kemungkinan merupakan bagian dari rangkaian aktivis seismik yang dimulai sejak gempa besar pada Junli lalu, yang berkekuatan 8,8 SR.

Pascale menjelaskan bahwa gempa susulan bisa terjadi dalam waktu panjang, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Ia juga menjelaskan bahwa biasanya akan ada periode aktivitas tinggi selama beberapa minggu, kemudian perlahan mereda.

(Tribunnews.com/Farra)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas