Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dituduh Transgender, Istri Presiden Prancis Brigitte Macron akan Beri Bukti Ilmiah

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron mengajukan bukti ilmiah untuk membantah tuduhan Brigitte seorang transgender.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dituduh Transgender, Istri Presiden Prancis Brigitte Macron akan Beri Bukti Ilmiah
Fotografer: Soazig de la Moissonnière
ISTRI PRESIDEN PRANCIS - Foto diambil dari website resmi Kepresidenan Prancis, Jumat (19/9/2025), memperlihatkan potret resmi istri Presiden Prancis Emmanuel Macron, Brigitte Macron. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron berencana untuk menghadirkan bukti ilmiah dalam gugatan pencemaran nama baik di pengadilan AS untuk membuktikan ibu negara Prancis adalah seorang wanita sejak lahir.

Dalam wawancara dengan podcast Fame Under Fire BBC, pengacara Macron, Tom Clare, mengatakan mereka akan menghadirkan bukti foto dan ilmiah dalam gugatan pencemaran nama baik terhadap influencer sayap kanan Amerika Serikat (AS) Candace Owens, yang mengklaim bahwa Brigitte Macron lahir sebagai laki-laki.

Tom Clare mengatakan ibu negara Prancis menganggap klaim tersebut “sangat meresahkan” dan merupakan “pengalih perhatian” bagi Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa hal itu entah bagaimana telah membuatnya kehilangan kendali. Namun, seperti halnya siapa pun yang menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga, ketika keluarga Anda diserang, hal itu akan membebani Anda. Dan dia tidak kebal terhadap hal itu karena dia adalah presiden suatu negara," ujar Tom Clare kepada BBC pada hari Kamis (18/9/2025).

Tom Clare mengatakan pasangan itu akan menghadirkan bukti ilmiah untuk sepenuhnya membantah tuduhan tersebut.

"Sangat menyedihkan membayangkan Anda harus pergi dan mengorbankan diri sendiri, untuk mengajukan bukti semacam ini... Ini adalah proses yang harus ia jalani secara terbuka," kata Tom Clare tentang Ibu Negara. 

"Tapi dia bersedia melakukannya. Dia bertekad kuat untuk melakukan apa pun demi meluruskan keadaan," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan akan ada kesaksian ahli yang akan keluar dan bersifat ilmiah mengenai jenis kelamin biologis Brigitte.

Pengacara itu menambahkan bahwa pasangan tersebut siap membuktikan Brigitte adalah seorang perempuan baik secara umum mau pun spesifik.

Dokumen pengumuman kelahiran Brigitte pada 13 April 1953, foto dirinya saat kecil bersama keluarga, dan foto pernikahan pertamanya pada tahun 1974 diajukan sebagai bagian dari gugatan pencemaran nama baik pada Juli lalu.

Pengacara itu mengatakan Brigitte memiliki tiga anak dari pernikahan pertamanya dengan André-Louis Auzière, seorang banker asal Prancis, sebelum menikah dengan Macron pada tahun 2007.

Tom Clare mengatakan foto-foto kehamilan Brigitte akan diperlihatkan di pengadilan, seperti diberitakan Anadolu Agency.

Baca juga: Brigitte Macron Tak Terima Difitnah Bukan Perempuan Tulen, Seret Kasusnya ke Tingkat Hukum Tertinggi

Macron dan Istrinya Gugat Influencer AS

Pada Juli lalu, keluarga Macron mengajukan gugatan hukum terhadap podcaster AS Candace Owens dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik.

Gugatan tersebut, yang diajukan di pengadilan di negara bagian Delaware, AS.

Isi gugatan berpusat pada klaim Candace Owens bahwa ibu negara Prancis itu lahir sebagai seorang pria dan berubah menjadi seorang wanita dengan identitas yang dicuri.

Ia juga menuduh Emmanuel Macron memiliki hubungan keluarga dengan Brigitte dan melakukan inses.

Selain itu, Candace Owens menuduh Macron dipilih menjadi presiden Prancis oleh badan mata-mata AS, CIA.

Gugatan setebal 219 halaman itu meminta adanya persidangan juri atas 22 tuduhan terkait klaim yang dibuat di acara Candace Owens, termasuk dalam seri delapan bagian yang membuat sejumlah klaim tentang Emmanuel Macron, serta atas penolakan Candace Owens terhadap tiga tuntutan pencabutan yang dikirim sejak Desember lalu.

Pada Maret 2024, Candace Owens bahkan menyatakan di X  bahwa ia akan mempertaruhkan seluruh reputasi profesionalnya pada fakta bahwa Brigitte Macron sebenarnya seorang pria.

Namun, ia juga telah mengajukan mosi untuk membatalkan gugatan Macron terhadapnya.

Klaim palsu tentang jenis kelamin Brigitte Macron telah beredar di media sosial selama bertahun-tahun, sejak tahun 2021, ketika dua wanita Prancis mengunggah video YouTube yang menuduh bahwa dia pernah menjadi pria bernama Jean-Michel Trogneux, yang sebenarnya adalah saudara laki-lakinya.

Gugatan terhadap Candace Owens pada bulan Juli lalu muncul hanya beberapa minggu setelah hakim Prancis membatalkan putusan pencemaran nama baik terhadap Amandine Roy dan Natacha Rey atas video YouTube yang menyebarkan teori yang sama dengan Candace Owens tentang Brigitte.

Amandine Roy dan Natacha Rey disebutkan dalam gugatan baru yang diajukan Macron di AS dan Brigitte telah mengajukan banding atas kasusnya di pengadilan tertinggi Prancis.

Juru bicara Candace Owens menanggapi gugatan tersebut dengan mengatakan, "Candace Owens tidak tinggal diam. Ini adalah pemerintah asing yang menyerang hak Amandemen Pertama seorang jurnalis independen Amerika."

"Candace berulang kali meminta wawancara dengan Brigitte Macron. Alih-alih memberikan komentar, Brigitte justru mencoba mengintimidasi wartawan agar tunduk. Di Prancis, politisi bisa mengintimidasi jurnalis, tetapi ini bukan Prancis. Ini Amerika," lanjutnya dalam pernyataannya kepada PEOPLE.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas