Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Protes Imigrasi di Chicago Dibubarkan Pakai Gas Air Mata, Ratusan Pendemo Ditangkap

Aksi protes imigrasi di Chicago berakhir ricuh. Agen federal menembakkan gas air mata, ratusan pendemo ditangkap dalam operasi ICE.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Protes Imigrasi di Chicago Dibubarkan Pakai Gas Air Mata, Ratusan Pendemo Ditangkap
Tangkap layar The Guardian
PROTES ICE CHICAGO. Aksi protes terhadap penahanan imigran di fasilitas ICE di pinggiran Chicago pada Jumat (19/9/2025) berakhir ricuh setelah aparat federal menggunakan gas air mata dan peluru merica untuk membubarkan massa. 

Menurut data Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang dikutip Associated Press, Operasi Midway Blitz di Chicago telah menghasilkan hampir 550 penangkapan dalam dua minggu terakhir.

Marcos Charles, pejabat senior ICE, menegaskan operasi itu akan terus berjalan.

“Kami akan melanjutkan operasi ini sampai kami merasa berhasil. Tidak ada tanda-tanda akan berakhir,” katanya.

BBC menambahkan, para advokat imigrasi terus menuntut penutupan fasilitas ICE di Broadview, Illinois.

Mereka menilai kondisi penahanan tidak manusiawi dan hanya memperburuk penderitaan imigran yang mencari kehidupan lebih baik di AS.

Selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump (2017–2021), ICE (Immigration and Customs Enforcement) menjadi sorotan utama dalam kebijakan imigrasi Amerika Serikat.

Pemerintah Trump menerapkan pendekatan yang sangat ketat terhadap imigrasi ilegal, dan ICE memainkan peran sentral dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu isu paling kontroversial adalah penahanan dan pemisahan keluarga migran di perbatasan AS-Meksiko.

Anak-anak dipisahkan dari orang tua mereka saat memasuki AS secara ilegal.

Kebijakan ini memicu kritik luas, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional.

Selain itu, ICE meningkatkan penggerebekan imigran tanpa dokumen.

Baca juga: Trump Wanti-wanti Perusahaan Asing Taati Hukum Imigrasi AS usai Razia Pabrik Hyundai-LG di Georgia

Operasi dilakukan di tempat kerja dan komunitas.

Penggunaan penahanan imigrasi jangka panjang juga semakin diperluas.

Pemerintahan Trump membatasi program suaka dan visa bahkan memperketat proses deportasi.

Pendukung kebijakan ini menilai langkah tersebut penting.

Mereka menyebutnya sebagai upaya menjaga keamanan nasional dan supremasi hukum.

Sementara, kelompok hak asasi manusia menilai ICE bertindak terlalu agresif dan tidak manusiawi.

Isu ICE selama masa pemerintahan Trump menjadi simbol dari perdebatan besar tentang identitas nasional, hak imigran, dan batas antara penegakan hukum dan kemanusiaan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas