Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Negara yang Paling Menderita akibat Krisis Kelaparan, Kongo Teratas

Berikut 10 negara yang paling menderita akibat krisis kelaparan, Kongo teratas, Yaman dan Suriah memburuk lebih dari satu dekade terakhir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in 10 Negara yang Paling Menderita akibat Krisis Kelaparan, Kongo Teratas
Gemini generated image
ILUSTRASI KELAPARAN - 10 negara yang paling menderita akibat krisis kelaparan 

Saat ini, pengungsi Suriah merupakan populasi pengungsi terbesar di dunia.

Kemerosotan ekonomi yang parah, penurunan nilai pound Suriah, dan dampak COVID-19 yang berkepanjangan memaksa keluarga-keluarga yang masih berada di dalam negeri untuk memilih antara membeli makanan, bahan bakar, atau obat-obatan.

5. Sahel

Jumlah orang yang menghadapi kelaparan parah: 13 juta (diproyeksikan)

Pendorong utama kelaparan: Konflik bersenjata dan iklim ekstrem

Wilayah Sahel terletak tepat di bawah Gurun Sahara dan telah menjadi salah satu darurat kelaparan terburuk di dunia.

Sekitar 13 juta orang diproyeksikan mengalami tingkat kelaparan yang kritis di lima negara Sahel: Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania, dan Niger.

Kelaparan semakin memburuk dan semakin kompleks seiring meluasnya konflik, meningkatnya harga pangan dan tingkat kemiskinan, serta semakin seringnya dan ekstremnya guncangan iklim.

6. Sudan Selatan

Rekomendasi Untuk Anda

Jumlah orang yang menghadapi kelaparan parah: 7,1 juta

Pendorong utama kelaparan: Perang saudara dan banjir bersejarah

Rakyat Sudan Selatan menghadapi tingkat kelaparan yang memecahkan rekor: Hampir 65 persen penduduk mengalami krisis kelaparan.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kekerasan subnasional, banjir selama empat tahun berturut-turut, dan tingginya harga pangan.

7. Sudan

Jumlah orang yang menghadapi kelaparan ekstrem: 26,6 juta

Pendorong kelaparan: Konflik, banjir dan inflasi

Kelaparan terus meningkat tanpa henti di Sudan akibat ketidakstabilan politik, konflik, pengungsian, guncangan iklim, dan kenaikan biaya.

Setidaknya sepertiga penduduk menghadapi kelaparan ekstrem.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas