Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Incar Nobel Perdamaian, Macron: Akhiri Perang Gaza Dulu

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Presiden AS Donald Trump hanya bisa meraih Nobel Perdamaian jika ia bisa mengakhiri perang Israel di Gaza.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump Incar Nobel Perdamaian, Macron: Akhiri Perang Gaza Dulu
Facebook The White House
TRUMP BERPIDATO - Foto diunduh dari Facebook The White House, Rabu (24/9/2025). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam sidang umum yang membahas solusi dua negara untuk Israel dan Palestina di PBB, New York, pada Selasa (23/9/2025). Di hari yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Presiden AS Donald Trump hanya bisa meraih Nobel Perdamaian jika ia bisa mengakhiri perang Israel di Gaza. 

Negara-negara tersebut di antaranya Inggris, Kanada, Australia, Portugal, Prancis, Belgia, Andorra, Luxembourg, Malta, dan Monaco.

Trump menambahkan dengan mengatakan, "Kita harus segera menghentikan perang di Gaza. Kita harus segera bernegosiasi untuk mewujudkan perdamaian."

MACRON DAN TRUMP - Tangkapan layar YouTube AP News, Rabu (24/9/2025). Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dalam konferensi pers setelah pertemuan di PBB, New York, pada Selasa (23/9/2025).
MACRON DAN TRUMP - Tangkapan layar YouTube AP News, Rabu (24/9/2025). Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dalam konferensi pers setelah pertemuan di PBB, New York, pada Selasa (23/9/2025). (Tangkapan layar YouTube AP News)

Setelah pertemuan di PBB pada hari Selasa, Macron dan Trump bertemu dalam konferensi pers.

Presiden Prancis menanggapi pernyataan presiden AS tersebut dengan mengatakan, "Salah total jika dikatakan (pengakuan Negara Palestina) ini adalah hadiah untuk Hamas. Ini satu-satunya cara untuk mengisolasi Hamas."

"Pemerintah Israel menetralisir semua pengambil keputusan militer dalam gerakan Islam Palestina," kata Macron, merujuk pada pembunuhan para pemimpin militer Hamas di Gaza sejak 2023 hingga 2025.

"Kami mengisolasi Hamas," lanjutnya.

Presiden menambahkan bahwa satu-satunya hal yang harus dilakukan saat ini adalah menerapkan solusi dua negara tanpa melibatkan Hamas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Satu-satunya cara untuk melenyapkan Hamas adalah dengan mendirikan otoritas yang sah. Inilah yang sedang kita lakukan. Tidak ada inisiatif lain yang mengisolasi Hamas selain solusi dua negara," tambahnya.

"Tidak seorang pun melupakan 7 Oktober," kata Macron kepada wartawan saat ia duduk di sebelah Trump.

"Tetapi setelah hampir dua tahun perang, apa hasilnya? Ini bukan cara yang tepat untuk melanjutkan," tambahnya.

Solusi Dua Negara untuk Israel–Palestina

Gagasan solusi dua negara bermula dari Resolusi 181 PBB tahun 1947 yang membagi wilayah Palestina menjadi negara Yahudi (55 persen) dan negara Arab (45 persen), sementara Yerusalem–Betlehem ditempatkan di bawah pengelolaan internasional.

Komunitas Yahudi menyetujui rencana ini, tetapi pihak Arab menolaknya karena pada saat itu mayoritas penduduk adalah orang Palestina Arab.

Sebelumnya, sejak tahun 1922, Inggris mendapatkan mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk mengelola Palestina setelah mengalahkan Kekaisaran Ottoman dalam Perang Dunia I.

Namun, sejak Deklarasi Balfour 1917, Inggris telah mendukung pembentukan “tanah air nasional Yahudi” di Palestina.

Hal ini mendorong gelombang imigrasi Zionis dan menimbulkan ketegangan dengan penduduk Arab setempat.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas