Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.323, Putin: Tahun Ini, Kami Kuasai 5.000 Km Wilayah
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.323, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tahun ini, Rusia menguasai 5.000 Kilometer persegi wilayah di Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Dalam pidato di hadapan para komandan militer di hari ulang tahunnya yang ke-73, Putin mengatakan pasukan Ukraina mundur di semua sektor garis depan.
Putin mengatakan, Ukraina berusaha menyerang jauh ke wilayah Rusia namun hal itu tidak akan mengubah situasi.
"Saat ini, angkatan bersenjata Rusia sepenuhnya memegang inisiatif strategis," ujar Putin dalam pertemuan di Rusia barat laut, dekat kota terbesar kedua di Rusia, St. Petersburg, menurut transkrip Kremlin.
"Tahun ini, kami telah membebaskan hampir 5.000 km persegi wilayah - 4.900 - dan 212 lokasi," lanjutnya, lapor Reuters.
"Pasukan Ukraina mundur di sepanjang garis kontak tempur, meskipun ada upaya perlawanan sengit," tambahnya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya berhasil merebut dua desa di garis depan pada hari Selasa.
Zelensky: Rusia Pakai Armada Bayangan untuk Jual Minyak dan Operasi Militer
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia menggunakan “armada bayangan” kapal tanker ilegal untuk pengintaian dan sabotase, termasuk meluncurkan drone.
"Rusia memakai tanker bukan hanya untuk mendapat uang perang, tapi juga untuk kegiatan intelijen dan sabotase. Ini bisa dihentikan," kata Zelensky usai menerima laporan dari kepala intelijen luar negerinya.
"Kasus drone yang diluncurkan dari kapal tanker baru-baru ini adalah salah satu contohnya. Kami sudah membagikan informasi ini kepada mitra kami," tambahnya.
Sementara itu, kepolisian Denmark mencurigai kapal Boracay terlibat dalam penampakan drone di atas bandara dan instalasi militer, sebelum akhirnya dihentikan oleh pasukan Prancis.
Kapten kapal akan diadili Februari mendatang karena tidak bekerja sama dengan otoritas.
Drone Ukraina Menyerang Kilang Minyak Rusia
Sebuah drone Ukraina dilaporkan menyerang kilang minyak di Tyumen, Siberia, yang berjarak lebih dari 2.000 km dari garis depan perang, menjadikannya salah satu serangan terdalam Kyiv ke wilayah Rusia sejauh ini.
Menurut media independen Rusia, Astra, sedikitnya dua UAV menyebabkan kerusakan pada kolom distilasi dan sistem pasokan air di fasilitas tersebut.
Pemerintah daerah Tyumen berusaha menenangkan situasi dengan menyatakan, “Tiga UAV terdeteksi dan dinetralisir di wilayah sebuah perusahaan di distrik Antipino, Tyumen.”
Di saat bersamaan, kebakaran besar masih terjadi di terminal minyak Feodosiya di Krimea, wilayah yang diduduki Rusia, setelah serangan Ukraina sebelumnya.
Baca tanpa iklan