Keganasan Rudal Tomahawk, Bikin Rusia Ultimatum Eropa Jika Terima Sumbangan dari AS
Rusia mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa setelah Amerika Serikat mengirimkan rudal Tomahawk ke Ukraina.
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Selebaran / Angkatan Laut AS / AFP
RUDAL TOMAHAWK - Arsip gambar dirilis US Navy Visual News Service pada 19 Maret 2011 dan diambil pada 16 Januari 2003 menunjukkan kapal selam rudal balistik USS Florida Ohio meluncurkan rudal jelajah Tomahawk selama Giant Shadow di perairan lepas pantai Bahama. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan pada 16 September 2021 bahwa negara itu akan memperoleh rudal jelajah jarak jauh Tomahawk AS, karena memperkuat pertahanan militer dalam menghadapi kebangkitan China.
Nama resmi: Tomahawk Land Attack Missile (TLAM)
Produsen: Raytheon Technologies
Jenis: Rudal jelajah subsonik jarak jauh
Fungsi utama
Menyerang target darat dengan presisi tinggi, mampu melewati medan dan pertahanan musuh secara siluman
Dimensi dan Bobot
Panjang: 5,56 meter (tanpa booster), hingga 6,25 meter (dengan booster)
Diameter: 0,52 meter
Bobot peluncuran: 1.300–1.600 kg tergantung varian
Hulu Ledak
Jenis: Konvensional (unitary warhead), bom tandan (cluster warhead), atau penetrator
Berat hulu ledak: 450–500 kg
Baca juga: Rusia Sudah Memulai Persiapan Perang Lawan NATO: Tuduh Inggris Mau Mengambinghitamkan China
Performa
Kecepatan: Subsonik, sekitar Mach 0,74 (880–890 km/jam)
Jangkauan maksimum: 1.600–2.500 km tergantung varian
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan