Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Baltik Siaga Perang, Pesawat Pengebom Rusia Terbang 1.000 Km Per Jam Serang Target di Dekat NATO 

Pesawat Rusia melakukan pengeboman target dengan kecepatan lebih dari 620 mil per jam atau nyaris sekitar 1.000 km per jam

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Baltik Siaga Perang, Pesawat Pengebom Rusia Terbang 1.000 Km Per Jam Serang Target di Dekat NATO 
Alexey Kudenko / Sputnik via AP
LATIHAN PERANG - Pesawat serang Sukhoi Su-24M terbang selama latihan militer gabungan Rusia-Belarusia Zapad-2021 di lapangan tembak Pravdinsky, di Wilayah Kaliningrad, Rusia. 

Kremlin membantah memiliki keinginan semacam itu dan menuduh NATO justru ingin memulai konflik dengan Rusia.

Pesawat serang Sukhoi Su-24M Rusia
LATIHAN PERANG - Pesawat serang Sukhoi Su-24M terbang selama latihan militer gabungan Rusia-Belarusia Zapad-2021 di lapangan tembak Pravdinsky, di Wilayah Kaliningrad, Rusia.

Putin Keluarkan Kabar Pembaruan Senjata Nuklir

Pada Jumat (10/10/2025), Putin mengatakan Moskow berharap untuk segera mengumumkan senjata baru yang telah dikembangkan dan diuji untuk persenjataan nuklirnya yang besar, dan memperingatkan bahwa perlombaan senjata sedang berlangsung.

"Kecanggihan sistem penangkal nuklir kami lebih tinggi daripada negara nuklir mana pun," kantor berita negara Tass melaporkan pernyataan Putin, yang aslinya dalam bahasa Rusia.

"Dan kami sedang mengembangkan semua ini dengan sangat aktif," katanya.

Presiden  Rusia,  yang berbicara dalam konferensi pers di Dushanbe, Tajikistan, di penghujung pertemuan puncak negara-negara bekas Uni Soviet, menambahkan:

"Apa yang saya bicarakan di tahun-tahun sebelumnya semuanya mengalami kemajuan—kita sedang menyempurnakannya."

Ia juga mengatakan bahwa "suatu jenis perlombaan senjata memang sedang berlangsung" di dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Putin juga memperingatkan kalau "beberapa negara sedang bersiap untuk menguji" senjata nuklir. Ia tidak merinci senjata nuklir yang mana.

"Namun, hal ini juga sudah diketahui oleh para ahli. Selalu ada godaan untuk memeriksa efektivitas bahan bakar tempur yang telah disimpan dalam rudal selama bertahun-tahun," kata Putin, menurut Tass.

"Semuanya disimulasikan di komputer, dan para ahli yakin itu sudah cukup—tetapi beberapa dari mereka menganggap perlu untuk melakukan uji coba skala penuh yang sesungguhnya. Dan di beberapa negara, sejauh yang kami ketahui, mereka sedang mempertimbangkan hal ini dan bahkan sedang melakukan persiapan," katanya.

Putin melanjutkan: "Itulah sebabnya saya bilang kalau mereka melakukan uji coba, kami akan melakukan hal yang sama. Apakah itu baik atau buruk? Dari sudut pandang keamanan—itu baik."

 

(oln/nw/rtrs/*)

 

 

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas