Kembali Ditunjuk Macron Jadi PM, Ini Tugas Sebastien Lecornu Hadapi Krisis Politik Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali menunjuk Sebastien Lecornu sebagai Perdana Menteri Prancis.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Endra Kurniawan
Sejak itu, Prancis terjebak dalam kebuntuan legislatif, dengan pemerintahan yang terus berganti dalam waktu singkat.
Tanpa mayoritas parlemen dan menghadapi kritik tajam dari oposisi maupun anggota partainya sendiri, Macron kini memiliki ruang gerak politik yang sangat sempit.
Situasi tersebut semakin menekan setelah Lecornu mundur tiba-tiba pada awal pekan ini, memicu seruan dari pihak oposisi agar Macron mengundurkan diri atau menyerukan pemilu baru.
Reaksi dari Oposisi dan Berbagai Pihak di Prancis
Langkah Macron ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak.
Partai oposisi sayap kanan dan kiri sama-sama menganggap keputusan tersebut sebagai tanda bahwa Macron gagal mengakui realitas politik baru di parlemen.
Presiden Partai Rassemblement National (RN), Jordan Bardella, menulis di media sosial bahwa pengangkatan kembali Lecornu adalah 'lelucon buruk' dan 'penghinaan terhadap demokrasi', dikutip dari The Guardian.
Ia bahkan berjanji akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan baru Lecornu.
Sementara itu, pemimpin Partai Hijau, Marine Tondelier, menyebut keputusan Macron 'luar biasa' dalam konteks negatif.
Namun, beberapa politisi dari partai tengah dan kanan moderat melihat langkah ini sebagai upaya pragmatis untuk memulihkan stabilitas.
Anggota parlemen partai Renaisans, Shannon Seban, mengatakan bahwa kembalinya Lecornu 'krusial untuk memastikan stabilitas politik dan ekonomi Prancis'.
Sedangkan mantan Menteri Pendidikan, Élisabeth Borne, menilai Lecornu sebagai figur yang mampu “membangun kompromi bagi Prancis”.
Baca juga: Isi Percakapan Macron saat Terjebak Tot Tot Wuk Wuk Trump: Tebak Apa yang Terjadi dengan Saya?
Krisis Terparah Sejak Macron Menjabat
Pengamat politik menilai bahwa Macron kini menghadapi krisis domestik terburuk sejak menjabat sebagai presiden pada 2017.
Popularitasnya merosot tajam, dengan survei terbaru menunjukkan tingkat penerimaan publik berada di titik terendah sepanjang masa kepemimpinannya.
Analis politik Alain Minc bahkan menyebut Macron kini “radioaktif secara politik”.
Ia menilai langkah menunjuk kembali Lecornu menunjukkan “Macron telah kehabisan opsi politik yang realistis”.