Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1328: Ancam Putin, Trump Bakal Kirim Rudal Tomahawk ke Ukraina
Trump mengancam akan mengirim rudal jarak jauh Tomahawk ke Ukraina jika Putin tak segera berdamai, bagaimana respon Zelensky?
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Menurut Trump, pengiriman rudal tersebut akan menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen mendukung Ukraina dalam mempertahankan diri dari agresi Rusia.
Trump disebut telah mempertimbangkan pasokan senjata jarak jauh itu melalui sekutu Eropa sejak pertemuannya dengan Putin di Alaska pada Agustus gagal menghasilkan kesepakatan damai.
Putin sebelumnya memperingatkan agar Washington tidak memasok Kyiv dengan Tomahawk, karena akan dianggap sebagai eskalasi besar dan dapat memengaruhi hubungan antara AS dan Rusia.
Trump mengatakan pekan lalu bahwa ia telah membuat keputusan terkait kemungkinan pengiriman Tomahawk ke Ukraina, namun belum memberikan rincian lebih lanjut.
Soal Rudal Tomahawk, Zelensky: Kita Lihat Saja Nanti
Zelensky menanggapi dengan hati-hati ketika ditanya apakah AS telah menyetujui pengiriman rudal Tomahawk.
“Kita lihat saja nanti,” ujarnya kepada Fox News.
Dalam wawancara dengan Sunday Briefing setelah panggilan telepon dengan Trump, Zelensky mengatakan, “Kami sedang mengupayakannya... Dan saya menunggu persetujuan presiden. Tentu saja kami mengandalkan keputusan seperti itu, tetapi kita lihat saja nanti.”
Zelensky menambahkan bahwa ia tengah berdiskusi dengan pejabat AS mengenai kemungkinan pasokan senjata serang presisi jarak jauh, termasuk Tomahawk dan lebih banyak rudal balistik taktis ATACMS.
Delegasi senior Ukraina dijadwalkan mengunjungi Washington pekan ini untuk membahas lebih lanjut kerja sama militer kedua negara.
Moskow Khawatir AS Akan Pasok Tomahawk ke Ukraina
Kremlin menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap kemungkinan pasokan rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina oleh Amerika Serikat.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada media pemerintah Rusia pada Minggu bahwa “topik Tomahawk sangat memprihatinkan.”
“Saat ini benar-benar momen yang sangat dramatis mengingat ketegangan meningkat dari semua pihak,” ujarnya.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.327: Drone Ukraina Serang Kilang Minyak Bashneft di Ufa
Presiden Belarus Alexander Lukashenko, sekutu dekat Putin, juga menyatakan keraguannya bahwa AS akan benar-benar memasok rudal Tomahawk kepada Ukraina.
“Saya pikir kita perlu tenang dalam hal ini. Teman kita Donald... terkadang dia mengambil pendekatan yang lebih tegas, lalu sedikit mengendurkan diri."
"Jadi, kita tidak boleh menganggapnya serius seolah-olah itu akan terjadi besok,” kata Lukashenko.
Baca tanpa iklan