Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.329: Uni Eropa Danai Pengadilan untuk Adili Putin
Uni Eropa akan mulai mendanai pengadilan internasional guna mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin atas kejahatan agresi terhadap Ukraina.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Delegasi tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Yulia Svyrydenko.
6. Uni Eropa Danai Pengadilan untuk Adili Putin
Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pada Senin (13/10/2025) bahwa Uni Eropa mulai mendanai pengadilan khusus untuk mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pengadilan ini akan menindak kejahatan agresi Rusia terhadap Ukraina.
Kallas menyerukan negara-negara anggota dan mitra internasional untuk ikut mendanainya.
Ia menegaskan bahwa tanpa akuntabilitas, tidak akan ada perdamaian yang adil dan abadi di Eropa.
7. Rusia Klaim Rebut Dua Desa di Ukraina Timur
Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin (13/10/2025) mengklaim pasukannya telah merebut dua desa di Ukraina timur.
Satu desa berada di wilayah Donetsk dan satu lagi di dekat Kupiansk, kota yang telah diserang selama berbulan-bulan.
Korps Pertama Garda Nasional Ukraina menyebut telah menggagalkan upaya baru pasukan Rusia untuk maju di dekat Dobropillia.
Versi kedua belah pihak mengenai situasi di medan perang belum dapat diverifikasi secara independen.
8. Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Langsung Rusia ke Eropa
Kepala intelijen luar negeri Jerman, Martin Jaeger, memperingatkan bahwa Rusia kini menimbulkan ancaman langsung terhadap Uni Eropa.
Baca juga: Zelensky Desak Trump Bantu Redakan Perang Ukraina Usai Berhasil Damaikan Gaza
Ia mengatakan “perdamaian dingin” dengan Moskow dapat berubah menjadi konfrontasi militer terbuka.
Jaeger menyebut Rusia berambisi memperluas pengaruhnya ke arah barat, dan menjadikan Jerman sebagai target utama karena perannya dalam mendukung Ukraina.
Peringatan ini muncul setelah serangkaian insiden, termasuk pelanggaran wilayah udara Estonia dan jatuhnya drone Rusia di Polandia.
Jaeger menegaskan Jerman sudah berada di bawah tekanan melalui propaganda, sabotase, hingga spionase yang dilakukan Rusia.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)