Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pulang dari KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Prabowo Ungkap Kesiapan Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian

Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, pasca gencatan senjata & penarikan pasukan Israel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pulang dari KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Prabowo Ungkap Kesiapan Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian
BPMI Setpres/Muchlis Jr
KTT PERDAMAIAN GAZA - Presiden RI Prabowo Subianto telah kembali ke tanah air setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza, di Mesir, pada Selasa (14/10/2025). KTT Perdamaian Gaza digelar di Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10/2025) kemarin. Dihadiri oleh 27 pemimpin dunia untuk membahas gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel di Gaza, Palestina. Prabowo mengaku, dalam KTT Perdamaian Gaza di Mesir tersebut, ia bertemu dengan banyak tokoh pemimpin dunia dan bersama-sama menyaksikan penandatanganan pokok-pokok rencana gencatan senjata di Gaza. 

Oleh karena itu, ketika ditanya kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia.

"Saya ditanya oleh pihak-pihak, katakanlah mediator kunci, Amerika Serikat, dengan Turki, Mesir, negara-negara yang langsung berurusan sama Palestina, mereka bertanya gimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap."

"Diminta pasukan penjaga perdamaian, Indonesia siap. Itu sudah saya tegaskan," tegas Prabowo.

Meski demikian, proses pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza ini masih harus menempuh proses yang panjang.

Selanjutnya Prabowo akan membahas lebih detail rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza ini.

"Kita akan bicara detailnya lah. Ini masih rumit, tidak gampang," imbuh Prabowo.

Baca juga: Pujian Trump, Isu Prabowo Kunjungi Israel, dan Pembicaraan yang Bocor

27 Pemimpin Dunia Kumpul di Mesir, Tekan Perdamaian Akhiri Perang Gaza

Sebanyak 27 pemimpin dunia berkumpul dalam acara KTT Perdamaian Gaza (Gaza Peace Summit), untuk mengakhiri konflik panjang antara Israel dan Hamas.

Rekomendasi Untuk Anda

Digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, pertemuan bersejarah ini diinisiasi oleh Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bertindak sebagai Co-chair KTT.

Pertemuan itu dirancang untuk mencari jalan keluar konkret demi mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Jalur Gaza.

Di samping itu, pertemuan tersebut membahas masa depan secara mendalam tentang masa depan politik, keamanan, dan kemanusiaan di Jalur Gaza setelah dua tahun perang menghancurkan sebagian besar wilayah itu hingga menewaskan lebih dari 67.600 warga Palestina.

Baca juga: Tepuk Tangan Bergema di KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Disebut Trump di Hadapan Pemimpin Dunia

Tak hanya itu, implementasi gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza, dan restrukturisasi pemerintahan lokal juga jadi bahasan dalam pertemuan ini.

Forum ini juga menyepakati pentingnya pembentukan mekanisme pendanaan global untuk membantu pemulihan Gaza, termasuk pembangunan kembali rumah sakit, sekolah, dan fasilitas publik.

Beberapa negara peserta bahkan berjanji menyalurkan dana besar melalui program kerja sama multilateral yang dipantau oleh PBB.

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menegaskan bahwa perdamaian tidak hanya berarti berhentinya perang, tetapi juga pemulihan kehidupan warga sipil.

Baca juga: Trump Apresiasi Prabowo di KTT Perdamaian Gaza 2025, Momentum Penting Akhiri Konflik Palestina

Abdel Fattah El-Sisi menekankan pentingnya peran dunia internasional untuk memastikan Gaza kembali stabil melalui kerja sama lintas negara dan lembaga kemanusiaan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas