Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Profil Eric Trump - Alasan PM Malaysia Tidak Diundang KTT Perdamaian Gaza

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Eric Trump, putra Presiden AS Donald Trump diduga ingin ditemui oleh Presiden Prabowo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in 5 Populer Internasional: Profil Eric Trump - Alasan PM Malaysia Tidak Diundang KTT Perdamaian Gaza
Kolase Tangkap layar Instagram @erictrump dan tayangan Live Streaming Youtube White House; YouTube Fox News; Youtube i24NEWS English; Instagram PM Malaysia Anwar Ibrahim @anwaribrahim_my
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase Tangkap layar Instagram @erictrump dan tayangan Live Streaming Youtube White House yang dibuat pada Selasa (14/10/2025) terkait momen Prabowo menanyakan soal Eric Trump kepada Donald Trump; Momen Presiden AS Donald Trump memberikan pidato di hadapan para anggota Knesset saat menghadiri Israel pada Senin (13/10/2025); Politisi Israel diseret petugas keamanan ke luar ruang sidang setelah menginterupsi Presiden AS Donald Trump yang sedang berpidato; Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim di acara GIFA 2025 pada Kamis (11/9/2025). Inilah rangkuman berita internasional terpopuler dalam 24 jam terakhir. 

“Hal ini bergantung pada resolusi komprehensif untuk memulangkan warga Palestina yang diusir secara paksa,” tambah Anwar.

Seperti diketahui KTT Perdamaian Gaza digelar di Mesir kemarin.

Presiden RI Prabowo Subianto satu-satunya pemimpin dari Asia Tenggara yang diundang.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Usai Gencatan Senjata, Hamas Buru Kelompok Bersenjata Pro Israel di Gaza, Puluhan Tewas

Hamas kembali menunjukkan kekuatan militernya di Gaza dengan memburu geng bersenjata yang dituding bekerja sama dengan Israel.

“Pasukan keamanan Hamas kini sepenuhnya mengendalikan milisi bersenjata di Kota Gaza dan memulai operasi penyisiran menyeluruh,” kata seorang pejabat senior kepada Al Jazeera.

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah gencatan senjata dengan Israel diberlakukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Bentrokan pertama kali pecah pekan lalu antara Hamas dan klan bersenjata Dughmush di lingkungan Sabra, Kota Gaza, tak lama setelah gencatan senjata mulai berlaku.

Hal itu turut dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Gaza, menyebutkan bahwa sekitar 200 anggota pasukan keamanan Hamas dikerahkan untuk menundukkan klan tersebut, lantaran geng bersenjata tersebut dicurigai mengeksekusi pengungsi serta memberi informasi kepada Israel.

Alasan tersebut yang mendorong Hamas untuk memburu anggota geng bersenjata dan memindahkan mereka ke lokasi yang aman untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hamas mengklaim upaya ini dilakukan karena memiliki tujuan strategis. Pertama, menegakkan keamanan internal dengan memastikan wilayah Gaza aman dari kelompok yang berpotensi menciptakan kekacauan.

Kedua, memutus jaringan kolaborasi dengan Israel, sehingga tidak ada pihak yang bisa memanfaatkan geng tersebut untuk melemahkan Hamas.

Selain itu, langkah ini juga menunjukkan dominasi Hamas di Gaza dan menantang klaim Israel yang menyebut kelompok tersebut hancur.

Dengan menundukkan milisi bersenjata pro-Israel, Hamas menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik dan militer utama di wilayah tersebut.

Perburuan geng bersenjata juga dimaksudkan mencegah propaganda dan klaim kemenangan musuh, sekaligus menegakkan keadilan internal bagi warga Gaza yang menjadi korban pengkhianatan dan kekerasan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas