Donald Trump Desak Vladimir Putin Akhiri Perang Ukraina
Trump desak Putin akhiri perang Ukraina, sebut antrean bensin di Rusia tanda ekonominya akan runtuh.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Selain itu, politisi pro-Kremlin Oleg Tsaryov — yang selamat dari upaya pembunuhan di Krimea pada 2023 — juga dicabut kewarganegaraannya.
Dikutip dari The Guardian, Tsaryov saat ini berada di bawah sanksi internasional dan menjadi buronan polisi Ukraina.
4. Bantuan Militer Eropa ke Ukraina Turun Tajam
Bantuan militer dari negara-negara Eropa untuk Ukraina dilaporkan menurun tajam pada musim panas tahun ini.
Laporan Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia pada Selasa menyebut, total bantuan militer yang dikirim atau dialokasikan sebesar €3,3 miliar (US$3,8 miliar) pada Juli dan Agustus 2025.
Angka itu setara dengan rata-rata €1,65 miliar atau Rp31,7 triliun per bulan, turun 57 persen dibandingkan rata-rata Januari–Juni yang mencapai €3,85 miliar atau Rp74,1 triliun per bulan.
Secara keseluruhan, bantuan militer dari seluruh dunia turun 43 persen dalam periode yang sama.
Penurunan itu terjadi meskipun Kanada baru saja mengumumkan paket bantuan besar pada akhir Agustus.
5. Rusia Siap Kerahkan Dua Juta Cadangan Sukarelawan
Parlemen Rusia tengah menyiapkan amandemen undang-undang untuk memungkinkan pengerahan hingga dua juta sukarelawan cadangan militer ke Ukraina.
Amandemen tersebut akan memungkinkan mobilisasi dilakukan bahkan di masa damai, bukan hanya saat darurat militer atau perang diumumkan.
Rusia sendiri menyebut invasinya ke Ukraina sebagai “operasi militer khusus,” bukan perang.
Media pemerintah dan kantor berita RBC melaporkan, rancangan amandemen membatasi masa penugasan sukarelawan cadangan maksimal dua bulan setiap kali dikerahkan.
6. Delapan Wilayah Ukraina Gelap Akibat Serangan Rusia
Pemadaman listrik terjadi di delapan wilayah Ukraina setelah infrastruktur energi rusak akibat serangan Rusia.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.329: Uni Eropa Danai Pengadilan untuk Adili Putin
Ukrenergo, operator sistem energi Ukraina, mengatakan pemadaman darurat dilakukan di Sumy, Kharkiv, Poltava, Dnipropetrovsk, Kirovograd, Kyiv, dan Cherkasy.
“Situasi dalam sistem energi masih sulit akibat serangan Rusia sebelumnya,” kata pernyataan resmi Ukrenergo, Selasa (14/10/2025).
Perusahaan listrik swasta DTEK kemudian mengumumkan pembatalan pemadaman terencana di Kyiv.