Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Lebih dari 9.000 Warga Palestina Masih Ditawan di Israel

Organisasi-organisasi tahanan Palestina mengatakan lebih dari 9.000 orang masih ditawan Israel.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Lebih dari 9.000 Warga Palestina Masih Ditawan di Israel
YouTube Reuters
PEMBEBASAN TAHANAN PALESTINA - Momen tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel disambut ratusan orang di Tepi Barat pada Senin (13/10/2025). 

 

 

Kelompok hak asasi manusia menggambarkan penjara-penjara Israel sebagai “kamp penyiksaan,” tempat para tahanan mengalami pemukulan, kelaparan, penghinaan, dan pelecehan seksual setiap hari. 

Akibat penyiksaan sistemik, kekurangan gizi, dan penolakan perawatan medis, sedikitnya 78 tahanan telah meninggal dalam dua tahun terakhir.


Samir Zaqout, wakil direktur Pusat Hak Asasi Manusia Al Mezan, mengatakan dalam wawancara dengan Al Jazeera bahwa para tahanan yang dibebaskan berada dalam kondisi yang mengerikan dan sangat membutuhkan rehabilitasi. 

“Mereka berpindah dari satu neraka ke neraka lainnya,” ujarnya dari Deir al-Balah, menggambarkan Gaza sebagai wilayah yang tidak layak huni dan kekurangan pasokan medis dasar. 

“Secara emosional, mereka bahagia karena dibebaskan,” tambah Zaqout, “namun mereka mengalami penyiksaan fisik dan psikologis sepanjang waktu di dalam penjara Israel.”

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan para tahanan ditelanjangi, ditutup matanya, dipukuli, dan terkadang digunakan sebagai tameng manusia saat penangkapan. 


“Mereka memberi 12 orang dua atau tiga selimut,” kata Zaqout, menggambarkan kurangnya waktu tidur, makanan, dan kebutuhan kebersihan dasar. 

Kondisi, katanya, memburuk setelah 7 Oktober 2023, ketika pejabat Israel bersumpah untuk menjadikan penjara “neraka bagi warga Palestina.”

Tala Nasser, seorang pengacara di Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, mengatakan Israel terus memblokir akses Palang Merah dan kunjungan keluarga. 


"Berakhirnya perang bukan berarti berakhirnya kejahatan Israel," ujarnya. "Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran berat yang dilakukan terhadap tahanan Palestina."

Aktivis urusan tahanan Thamer Sabaaneh mengatakan Israel menggunakan tahanan untuk balas dendam. 

"Saya berharap para tahanan melancarkan gerakan nyata dan serius untuk mengubah hidup mereka di tahanan dan berjuang memperbaiki kondisi mereka," ujarnya, seraya menambahkan bahwa "Beberapa dari mereka telah memberi tahu petugas Israel sebelum kesepakatan itu bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika tidak dibebaskan."

 

 


SUMBER: THE CRADLE

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas