Trump Ajak Putin Bertandang ke Budapest, Bahas Langkah Akhir Perang Rusia–Ukraina
Trump ajak presiden Rusia Vladimir Putin ke Budapest, untuk bahas upaya penyelesaian perang Rusia-Ukraina yang telah memanas sejak 2022 silam
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengumumkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest, Hungaria, dua minggu mendatang.
- Pertemuan ini akan menyoroti langkah gencatan senjata dan negosiasi damai, mengingat perang Rusia–Ukraina sejak 2022 telah memicu krisis energi, pangan, dan ekonomi dunia.
- Kremlin, melalui Yuri Ushakov, memuji pembicaraan tersebut sebagai “sangat substantif,” menandakan kesiapan kedua negara membuka jalur diplomasi baru untuk mengakhiri konflik.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Budapest, Hungaria.
Pernyataan itu diungkap Trump setelah dirinya melakukan panggilan telepon “panjang dan produktif” bersama Putin pada Kamis (16/10/2025).
“Saya yakin telah terjadi kemajuan besar dalam percakapan telepon hari ini,” tulis Trump mengutip dari Al Jazeera.
“Kami berharap dapat mengambil langkah konkret menuju perdamaian,” imbuhnya.
Dalam postingan di akun medsos akun Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa pertemuan tingkat tinggi itu akan dilangsungkan dalam dua minggu mendatang, disertai pertemuan pendahuluan antara pejabat senior AS dan Rusia minggu depan.
Dengan fokus utama membahas upaya penyelesaian perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Tepatnya sejak 2022 silam akibat invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, dengan alasan melindungi warga Rusia di Donbas dan mencegah ekspansi NATO.
Adapun pemilihan Budapest, Hungaria sebagai lokasi pertemuan dianggap strategis karena posisi negara tersebut yang dekat dengan Rusia namun masih menjadi anggota Uni Eropa dan NATO.
Hungaria di bawah pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orbán dikenal memiliki hubungan baik dengan Moskow dan Washington, menjadikannya tempat yang dianggap netral dan aman untuk pertemuan tingkat tinggi.
“Budapest menawarkan lokasi yang ideal untuk dialog terbuka tanpa tekanan politik langsung dari blok Barat,” ujar seorang pejabat senior Eropa yang enggan disebutkan namanya.
Perang Rusia–Ukraina Jadi Sumber Krisis Dunia
Trump menyebut perang yang berlangsung sejak 2022 itu telah menyebabkan krisis energi, pangan, dan ekonomi global.
Baca juga: Rusia Bungkam Soal Ekstradisi Assad setelah Perundingan Putin-Al Sharaa di Moskow
Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina bukan hanya menghancurkan infrastruktur dan menewaskan ribuan warga sipil, tetapi juga memicu lonjakan harga minyak dan gas yang berdampak pada masyarakat dunia, termasuk rakyat Amerika.
“Konflik ini menghancurkan ekonomi global. Harga energi melonjak, inflasi meningkat, dan banyak negara menderita akibat dampaknya,” kata Trump dalam konferensi pers di Washington.
Alasan itulah yang mendorong Trump untuk membuka peluang gencatan senjata sementara serta mendorong negosiasi terbuka mengenai keamanan regional dan bantuan kemanusiaan di Ukraina.
Sumber pemerintahan AS menyebut, pertemuan ini juga merupakan bagian dari inisiatif perdamaian global yang tengah diupayakan Trump, setelah keberhasilannya memediasi gencatan senjata di Gaza awal bulan ini.
Merespon rencana diplomasi yang diinisiasi Trump, pemerintah Rusia menyambut positif hasil pembicaraan telepon antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang disebut sebagai dialog substansial dan produktif dalam upaya mencari jalan damai bagi konflik Rusia–Ukraina.
Orang kepercayaan Putin, Yuri Ushakov, mengungkapkan bahwa Kremlin memuji isi percakapan tersebut dan menilai komunikasi antara kedua pemimpin menjadi langkah penting menuju dialog politik yang lebih konstruktif.
“Pembicaraan berlangsung sangat substantif dan berfokus pada solusi konkret untuk krisis Ukraina,” kata Ushakov kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti.
“Kedua pemimpin menunjukkan keinginan yang sama untuk mencari jalan keluar diplomatik yang realistis.”
Sebelum pertemuan dengan Putin di gelar, nantinya Trump akan lebih dulu menggelar tatap muka dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Washington, D.C., pada Jumat (18/10/2025).
Dalam pertemuan itu, Zelensky diperkirakan kembali akan meminta izin pembelian rudal jelajah Tomahawk untuk memperkuat pertahanan Ukraina.
Namun Trump menegaskan bahwa dirinya akan memberi pengarahan langsung kepada Zelensky mengenai hasil pembicaraannya dengan Putin dan akan memastikan bahwa setiap langkah perdamaian tidak mengorbankan kedaulatan Ukraina.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.