Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Koalisi LDP-Nippon Ishin no Kai akan Diumumkan Hari Ini, Sanae Takaichi Hampir Pasti Jadi PM Jepang

Ketua Partai NIK sekaligus Gubernur Prefektur Osaka, Hirofumi Yoshimura mengatakan pengumuman terkait koalisi LDP akan dibagikan pada awal pekan ini

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Koalisi LDP-Nippon Ishin no Kai akan Diumumkan Hari Ini, Sanae Takaichi Hampir Pasti Jadi PM Jepang
Richard Susilo
CALON PM JEPANG - Sanae Takaichi saat mau memberikan suaranya di pemilu partai demokrat liberal (LDP) kemarin (4/10/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Koalisi antara partai LDP dan NIK dikabarkan akan resmi diumumkan pada Senin sore ini (20/10/2025)
  • Koalisi baru LDP-NIK membuat mereka memegang 231 kursi di parlemen yang hampir pasti mengamankan jabatan Perdana Menteri Jepang untuk Sanae Takaichi
  • NIK akan menjadi mitra koalisi baru LDP setelah menjalin hubungan dengan Partai Komeito selama 26 tahun yang berakhir pada Oktober 2025 ini

TRIBUNNEWS.COM - Teka-teki kejelasan pencalonan Sanae Takaichi menjadi Perdana Menteri Jepang yang baru sepertinya akan terjawab pada Senin (20/10/2025) menyusul rencana peresmian koalisi antara Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Nippon Ishin no Kai (NIK) pada hari ini.

Kepastian ini terungkap menyusul pernyataan terbaru dari NIK yang selama ini dikenal sebagai partai oposisi sayap kanan di Jepang.

Dikutip dari Reuters, Ketua Partai NIK sekaligus Gubernur Prefektur Osaka, Hirofumi Yoshimura mengatakan pengumuman terkait koalisi LDP akan dibagikan pada awal pekan ini.

"Saya telah memberi tahu Takaichi bahwa kita harus bergerak bersama," ujar Yoshimura kepada wartawan di kota barat Jepang tersebut pada Senin.

Yoshimura juga mengatakan bakal bertemu langsung dengan pimpinan LDP Sanae Takaichi pukul 18.00 waktu setempat (16.00 WIB) untuk menuntaskan pembahasan negosiasi dari aliansi tersebut.

Koalisi baru antara LDP dan NIK ini juga menjadi catatan sejarah baru Jepang mengingat selama 26 tahun terakhir ini Komeito selalu menjadi mitra koalisi pihak partai penguasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun hubungan hampir 3 dekade tersebut berakhir pada Oktober 2025 ini setelah Komeito memutuskan keluar dari koalisi dengan alasan penolakan Sanae Takaichi sebagai calon PM Jepang.

Melalui koalisi LDP-NIK tersebut, total Sanae akan mendapatkan dukungan suara 231 kursi di majelis rendah parlemen yang dominan.

Jumlah tersebut terpaut dua kursi untuk mencapai angka mayoritas.

Namun demikian, jumlah kursi tersebut sudah cukup besar untuk mendorong Sanae Takaichi memenangkan pemungutan suara di parlemen pada Selasa (21/10/2025).

Adapun agenda pemungutan suara pada Selasa dilakukan untuk memilih perdana menteri Jepang berikutnya.

Dalam putaran pemungutan suara ulang, ia hanya perlu meraih mayoritas suara yang diberikan, bukan mayoritas seluruh anggota.

Baca juga: Partai Nippon Ishin no Kai Isyaratkan Gabung LDP Dukung Sanae Takaichi Jadi PM Jepang

Indeks saham unggulan Nikkei bahkan mengalami lonjakan signifikan menyentuh angka hampir 3 persen pada perdagangan Senin sore ini.

Namun demikian, untuk memerintah Sanae tetap perlu meraih dukungan kelompok oposisi lainnya, termasuk untuk anggaran tambahan yang akan datang.

Antisipasi investor terhadap pengumuman koalisi ini juga mendorong kenaikan saham di Jepang pada awal pekan ini.

Negosiasi Alot Antara NIK dan LDP

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas