Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Imbas Sanae Takaichi Jadi PM Jepang, Mata Uang Yen Justru Anjlok

Pelemahan ini diduga terjadi lantaran spekulasi dari investor yang memprediksi prospek suku bunga yang tidak jelas di bawah Sanae.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Imbas Sanae Takaichi Jadi PM Jepang, Mata Uang Yen Justru Anjlok
Foto Richard Susilo
SANAE TAKAICHI - Sanae Takaichi (64) sedang berbicara di panggung markas besar partai demokrat liberal (LDP) Sabtu (4/10/2025). Mata uang Yen menunjukkan pelemahan setelah Sanae Takaichi, politisi konservatif garis keras dari Partai Demokrat Liberal (LDP) terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang pada Selasa (22/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Mata uang Yen menunjukan pelemahan setelah Sanae Takaichi terpilih jadi PM Jepang
  • Pelemahan dipicu spekulasi investor terkait arah suku bunga dan potensi belanja fiskal besar
  • Sanae dikabarkan telah menunjuk Satsuki Katayama, mantan Menteri Revitalisasi Daerah, sebagai Menteri Keuangan.

TRIBUNNEWS.COM - Mata uang Yen menunjukkan pelemahan setelah Sanae Takaichi yang merupakan politisi konservatif garis keras dari Partai Demokrat Liberal (LDP) terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang pada Selasa (22/10/2025).

Dikutip dari Reuters, pelemahan ini diduga terjadi lantaran spekulasi dari investor yang memprediksi pemerintahan Sanae berpotensi menyebabkan prospek suku bunga yang tidak jelas dan peningkatan belanja fiskal.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Sanae Takaichi yang juga menjadi pemimpin Partai LDP yang telah berkuasa lama di Jepang, resmi memenangkan pemungutan suara pemilihan Perdana Menteri di Majelis Rendah.

Kemenangan ini juga membuka jalan bagi pelantikan Sanae pada hari yang sama.

Langkah ini telah diprediksi oleh investor setelah ia mendapatkan dukungan dari partai oposisi sayap kanan, yakni Partai Nippon Ishin no Kai (NIK) pada hari Senin (21/10/2025)

Adapun mata uang Jepang tersebut, terakhir melemah 0,4 persen menjadi 151,38 per dolar AS atau senilai Rp 109,75 per Yen.

Rekomendasi Untuk Anda

Fenomena ini dimaklumi oleh sejumlah pakar finansial seperti Hirofumi Suzuki yang menjabat Kepala Strategi FX di SMBC.

"Meskipun stimulus fiskal diprediksi akan dilakukan, langkah tersebut kemungkinan tidak akan ambisius mengingat kesulitan dalam pengelolaan kebijakan," ujar Hirofumi.

"Pelemahan tajam yen kemungkinan dapat dihindari, dengan tekanan pelemahan ringan terhadap yen diprediksi akan berlanjut," lanjutnya.

Sebelum pemilihan di majelis rendah, sejumlah media lokal juga melaporkan bahwa Takaichi telah menyelesaikan rencana untuk menunjuk Satsuki Katayama, mantan Menteri Revitalisasi Daerah, sebagai Menteri Keuangan.

Dalam wawancara dengan Reuters pada Maret lalu, Katayama menyatakan preferensinya terhadap yen yang lebih kuat.

Baca juga: Sejarah Baru Jepang: Sanae Takaichi, PM Perempuan Pertama dari Keluarga Sederhana

Penunjukannya dapat memberikan pasar alasan untuk mempertimbangkan kembali gagasan menekan yen terlalu rendah.

Meski demikian, dukungan Takaichi terhadap stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang lebih longgar membuat investor waspada serta mempersulit langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam menaikkan suku bunga.

"Dari perspektif politik... mungkin ada pertimbangan untuk menunda pengetatan moneter hingga pelonggaran fiskal mulai berjalan. BOJ dengan demikian terjepit antara dua pilihan yang sulit," kata Fred Neumann, Kepala Ekonom Asia HSBC.

Yen sendiri kesulitan melawan mata uang lainnya, dengan euro terakhir naik 0,33 persen menjadi 176,06 yen, sementara sterling naik 0,28 persen ke 202,55 yen.

Kisi-kisi Kabinet Sanae Takaichi

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas