Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Populer Internasional: Jepang Cetak Sejarah, Lantik PM Wanita Pertama - Panic Buying di Australia

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya sejarah baru Jepang, Sanae Takaichi dilantik sebagai perdana menteri perempuan pertama.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Populer Internasional: Jepang Cetak Sejarah, Lantik PM Wanita Pertama - Panic Buying di Australia
Richard Susilo; Tangkap layar YouTube Yahoo Finance; SCMP; Tangkapan layar YouTube Al Jazeera
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Senyum kecil Sanae Takaichi setelah diumumkan sebagai PM Jepang ke-104 sekitar jam 13.40 di sidang parlemen Jepang; Mayor Jenderal Marinir Hank Taylor dalam sebuah pengarahan Pentagon pada 17 Agustus 2021; Tangkap layar video viral orang tua di China rayakan nilai pas-pasan sang anak; Detik-detik bangunan di Kota Gaza dibom oleh Israel melalui serangan udara pada Senin (15/9/2025). Inilah rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 
Ringkasan Berita:
  1. Sejarah Baru Jepang: Sanae Takaichi, PM Perempuan Pertama dari Keluarga Sederhana
  2. AI Mulai Jadi Penasihat Militer, Jenderal Top Amerika Bertanya kepada Mesin untuk Ambil Keputusan
  3. Panic Buying Menggila di Australia, Warga Serbu Toko Emas Antrean Panjang Mengular di Martin Place
  4. Viral! Orangtua di China Rayakan Nilai Pas-pasan Anak, Lebih Utamakan Kesehatan dan Kebahagiaan
  5. Gencatan Senjata Terancam usai Israel Lancarkan Serangan di Gaza, Kini Mediator Tingkatkan Diplomasi

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa penting mencuri perhatian publik internasional. 

Dari Jepang yang mencetak sejarah dengan pelantikan perdana menteri wanita pertama, hingga fenomena panic buying yang melanda Australia.

Berikut berita populer internasional dalam 24 ham terakhir.

1. Sejarah Baru Jepang: Sanae Takaichi, PM Perempuan Pertama dari Keluarga Sederhana

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jepang memiliki perdana menteri perempuan sekaligus pemimpin pemerintahan yang berasal dari kalangan rakyat biasa.

Sosok itu adalah Sanae Takaichi, politisi Partai Demokrat Liberal (LDP) yang kini menorehkan sejarah baru di Negeri Sakura.

Takaichi resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang pada Senin (21/10/2025) sekitar pukul 14.00 waktu setempat, setelah terpilih sebagai Presiden LDP awal bulan ini.

Rencananya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan kunjungan resmi ke Tokyo pada akhir Oktober 2025, yang disebut-sebut akan menjadi kunjungan pertama Trump untuk memberikan selamat kepada Takaichi sebagai PM perempuan pertama Jepang.

Rekomendasi Untuk Anda

“Rencana akhir Oktober ini Trump akan ke Tokyo, tentu untuk memberikan selamat kepada PM Jepang wanita pertama, Sanae Takaichi,” ujar seorang politisi senior Jepang kepada Tribunnews.com, Senin (21/10/2025).

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. AI Mulai Jadi Penasihat Militer, Jenderal Top Amerika Bertanya kepada Mesin untuk Ambil Keputusan

Bukan hanya mahasiswa atau karyawan kantoran yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), para pemimpin militer pun kini mulai memanfaatkannya.

Dilansir Business Insider, seorang komandan militer Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ia mulai menggunakan chatbot AI untuk memvalidasi keputusan yang akan diambilnya, bukan di medan tempur, melainkan dalam urusan komando dan pekerjaan harian.

Ia mengatakan bahwa dirinya dan AI kini sudah semakin akrab.

Baca juga: Indonesia Kerja Sama dengan Tiongkok di Bidang AI untuk Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan MLPT

“Saya meminta untuk membangun, mencoba membangun model yang dapat membantu kita semua,” kata Mayor Jenderal William “Hank” Taylor, Komandan Jenderal Angkatan Darat ke-8.

Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan para wartawan dalam diskusi panel media di Konferensi Tahunan Asosiasi Angkatan Darat Amerika Serikat di Washington, D.C., pada Senin (13/10/2025).

Taylor menjelaskan bahwa ia menggunakan teknologi AI untuk mengeksplorasi cara dirinya mengambil keputusan militer maupun pribadi yang tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga ribuan prajurit di bawah komandonya.

Meskipun bermanfaat, ia mengakui bahwa mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat adalah tantangan tersendiri.

“Sebagai komandan, saya ingin membuat keputusan yang lebih baik,” ujarnya.

“Saya ingin memastikan keputusan itu diambil pada waktu yang tepat agar saya memiliki keunggulan.”

Komandan seperti Taylor menekankan pentingnya pengambilan keputusan cepat dan bagaimana AI dapat memberi keunggulan melalui proses berpikir yang dikenal di kalangan militer sebagai “OODA Loop”.

Teori yang dikembangkan oleh pilot tempur AS selama Perang Korea ini menyatakan bahwa pasukan yang dapat mengamati (observe), mengarahkan (orient), memutuskan (decide), dan bertindak (act) lebih cepat daripada musuh akan memiliki keunggulan di medan perang.

Militer AS mengadopsi AI dengan kesadaran bahwa keputusan di medan pertempuran masa depan mungkin perlu dibuat lebih cepat daripada kemampuan manusia.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Panic Buying Menggila di Australia, Warga Serbu Toko Emas Antrean Panjang Mengular di Martin Place

Dalam beberapa hari terakhir, warga Australia berbondong-bondong mengantre di berbagai toko emas untuk memborong logam mulia.

Fenomena tak biasa itu dikenal sebagai panic buying emas, yaitu tindakan saat warga beramai-ramai membeli barang dalam jumlah besar karena khawatir berlebih akan kehabisan atau kelangkaan produk.

Menurut laporan media lokal The Sydney Morning Herald, salah satu toko emas terbesar yang ada di tengah kota Sydney dalam beberapa hari terakhir berubah sangat ramai seperti pasar yang diserbu pembeli.

Hal serupa juga terjadi di kawasan bisnis ABC Bullion Martin Place, sekitar lebih dari 100 orang antrean panjang mengular hingga ke luar toko demi membeli emas batangan.

Baca juga: Transisi Energi Jadi Momentum Emas Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Sedangkah General Manager ABC Bullion Jordan Eliseo mengatakan sekitar 1.000 orang terus menerus mengunjungi toko-toko mereka di Sydney, Melbourne, Perth, dan Brisbane setiap harinya.

Kepanikan ini tidak muncul tanpa sebab. Para analis menilai, aksi borong emas besar-besaran di Australia terjadi karena kombinasi faktor ekonomi dan psikologis yang saling berkaitan.

Lonjakan harga emas yang terus menembus rekor baru memicu rasa takut tertinggal di kalangan masyarakat dan investor.

Adapun peningkatan permintaan emas ini tidak hanya didorong oleh kenaikan harga, tetapi juga oleh kondisi ekonomi dan politik dunia yang tidak menentu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Viral! Orangtua di China Rayakan Nilai Pas-pasan Anak, Lebih Utamakan Kesehatan dan Kebahagiaan

Alih-alih menasihati atau memarahi karena nilainya hanya selisih satu poin dari batas lulus, pasangan orangtua di China ini justru merayakannya dengan sukacita.

Bagi pasangan ini, nilai tinggi bukanlah ukuran keberhasilan—kebahagiaan dan kesehatan anak jauh lebih utama.

Dalam video yang beredar di platform Douyin, sang ibu tampak masuk ke rumah sambil tersenyum lebar, membawa lembar hasil ujian.

Dilansir dari South China Morning Post, ia berseru gembira kepada suaminya yang sedang berbaring di sofa:

“Anak kita dapat 61 dari 100! Dia lulus ujian matematika bulanan!”

Sang ayah bermarga Liang langsung melonjak dari sofa sambil berseru:

“Anakku, ini benar-benar kebanggaan bagi keluarga kita! Aku akan menelepon kakek-nenekmu untuk berbagi kabar baik!”

Keduanya pun sepakat merayakan kelulusan tipis itu dengan makan malam besar bersama anak-anak.

Sang ibu kemudian memeluk putra sulungnya yang tampak malu-malu namun bahagia.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Gencatan Senjata Terancam usai Israel Lancarkan Serangan di Gaza, Kini Mediator Tingkatkan Diplomasi

Dua utusan utama Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Senin (20/10/2025).

Baca juga: Trump Ancam Hamas, Khalil al-Hayya Akui Sulitnya Evakuasi Sandera Israel

Pertemuan dilakukan setelah kekerasan akhir pekan mengancam akan menghancurkan gencatan senjata yang ditengahi AS di Gaza.

Adapun pertemuan ini juga terjadi ketika Israel membuka kembali perlintasan perbatasan Kerem Shalom ke Gaza untuk pengiriman bantuan, setelah titik masuk ditutup sebentar pada Minggu (19/10/2025) menyusul tewasnya dua tentara Israel.

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan puluhan serangan yang menargetkan Hamas di seluruh Gaza, menggunakan 153 ton bom.

"Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu penasihatnya, Jared Kushner, bertemu Netanyahu pada hari Senin untuk membahas perkembangan dan perkembangan terbaru di kawasan tersebut," kata Shosh Bedrosian, juru bicara kantor perdana menteri, dilansir Arab News.

Bedrosian menambahkan, Wakil Presiden AS JD Vance dan istrinya juga akan mengunjungi Israel "selama beberapa hari dan akan bertemu dengan perdana menteri."

Sementara, Netanyahu mengatakan kepada parlemen Israel bahwa Vance dijadwalkan tiba pada Selasa (21/10/2025) untuk membahas "dua hal, tantangan keamanan yang kita hadapi dan peluang diplomatik yang ada di hadapan kita."

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas