Hari Pertama Merantau ke Jakarta, Warga Pandeglang Tewas Dibacok Usai Senggolan Motor
Pemuda Pandeglang tewas dibacok di hari pertama merantau ke Jakarta, insiden dipicu senggolan motor di Cengkareng.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Ahmad Hidayat (20), pemuda asal Pandeglang, tewas dibacok di Cengkareng pada hari pertama merantau ke Jakarta. Insiden bermula dari senggolan motor dengan pelaku Roby, warga Bogor.
- Meski sudah meminta maaf, cekcok berujung fatal. Ahmad yang jadi tulang punggung keluarga meninggalkan duka mendalam.
- Polisi telah menangkap pelaku
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda asal Kabupaten Pandeglang, Banten, Ahmad Hidayat (20), meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan di hari pertamanya merantau ke Jakarta.
Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Pedongkelan Belakang, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (4/5/2026) siang.
Insiden bermula dari hal sepele, yakni senggolan motor di jalan.
Meski korban sudah meminta maaf, perselisihan justru berujung fatal. Pelaku diketahui bernama Roby, warga Jasinga, Kabupaten Bogor, yang kini telah diamankan pihak kepolisian.
Kakak ipar korban, Tardi (26), mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, Ahmad sempat meminta izin untuk membeli nasi dan token listrik.
Dalam perjalanan, ia tidak sengaja menyenggol motor pelaku saat menyeberang jalan.
“Sudah minta maaf, tapi pelaku tetap ngotot, diduga karena pengaruh obat,” ujar Tardi saat ditemui di rumah duka di Pandeglang, Rabu (6/5/2026).
Setelah sempat kembali ke tempat kerja, Ahmad kembali keluar untuk membeli token.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, terjadi cekcok yang berujung pembacokan.
Meski sempat mencoba mengejar pelaku, korban akhirnya tergeletak karena kehabisan darah.
“Dia sempat lari ngejar, tapi enggak kuat. Darahnya banyak keluar,” kata Tardi.
Ahmad diketahui baru satu hari pindah kerja ke Jakarta setelah sebelumnya bekerja di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dunia. Ibunya saat ini dalam kondisi sakit stroke.
“Dia itu tulang punggung keluarga. Adiknya masih sekolah, ibunya sakit,” tambah Tardi.
Kematian Ahmad menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Terakhir kali, ia pulang ke kampung halaman saat Lebaran Idul Fitri 2026 dalam kondisi sehat.
Baca juga: Tragedi di Mojokerto: Ibu Mertua Tewas di Rumah Kontrakan, Menantu Diduga Pelakunya
Baca tanpa iklan