Perantau Minang di Jepang Ini Buka Restoran Padang Halal Pakai Daging Wagyu
Restoran Amanah Mande berdiri tak jauh dari Tokyo, sekitar satu setengah jam perjalanan dengan mobil
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Ingin menikmati rendang autentik dengan cita rasa khas Sumatera Barat, namun menggunakan daging wagyu premium Jepang yang halal?
Kini Anda bisa menemukannya di Restoran Padang Amanah Mande yang berlokasi di Atsugi, Prefektur Kanagawa, Jepang. Restoran ini resmi dibuka pada 20 November 2024.
“Saya ke Jepang tahun 2007 untuk sekolah, dan sekarang masih melanjutkan studi doktoral di Universitas Nasional Yokohama,” tutur Nurhanifah, atau akrab disapa Uni Ipeh, pemilik restoran tersebut, saat berbincang dengan Tribunnews.com, Senin (21/10/2025).
Restoran Amanah Mande berdiri tak jauh dari Tokyo, sekitar satu setengah jam perjalanan dengan mobil.
Baca juga: Rumah Makan Padang Sederhana Bakal Buka di IKN, Pembangunan Direncanakan Mulai Kuartal IV 2025
Ide membuka restoran ini muncul setelah Uni Ipeh menikah dengan Shinichiro Omiya, pria Jepang asal Prefektur Miyagi.
“Setelah berdiskusi dengan suami mengenai tempat tinggal yang tidak jauh dari sekolah anak kami, akhirnya kami membeli bangunan tiga lantai dengan basement dari seorang pemilik restoran sushi,” ujarnya.
Bangunan itu dipilih karena jaraknya cukup strategis—anak mereka bersekolah di Yuai Islam International School, Shibuya, yang bisa ditempuh sekitar 50 menit naik kereta tanpa perlu berganti jalur.
Rendang Wagyu, Perpaduan Cita Rasa Indonesia–Jepang
Restoran Amanah Mande membutuhkan waktu persiapan sekitar dua tahun sebelum akhirnya resmi dibuka.
Kini, pengunjungnya datang dari berbagai kalangan, termasuk warga Jepang. Menu andalan mereka adalah rendang wagyu seharga 2.000 yen, menggunakan daging wagyu pilihan yang didatangkan langsung dari Hokkaido.
“Saya ingin menghadirkan perpaduan dua budaya: nasi Padang dari Indonesia dan daging wagyu dari Jepang yang terkenal dengan kualitasnya,” jelas Uni Ipeh.
Lahir di Padang Panjang dari orang tua asal Bukittinggi, Uni Ipeh dikenal gigih.
Meski sudah memiliki lima anak yakni 3 lelaki dan 2 perempuan, ia tetap melanjutkan studi hingga jenjang doktoral.
“Selama hamil dan melahirkan, saya sempat cuti tiga bulan sesuai aturan kampus di Jepang. Mungkin saya mahasiswa terlama di Universitas Nasional Yokohama,” katanya sambil tertawa.
Baca juga: Politeknik Negeri Padang dan SMKN 1 Singosari Malang Juara Umum K3TAB 2025
Perjalanan akademiknya nyaris terhenti karena kesibukan mengurus keluarga, namun dukungan sang suami membuatnya terus berjuang.
Baca tanpa iklan