Trump Batal Bertemu Putin, Presiden AS Singgung Soal Pertemuan Sia-sia
Presiden AS, Donald Trump batal bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas perang di Ukraina dan singgung pertemuan sia-sia.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Garudea Prabawati
"Moskow hanya tertarik pada perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan," kata Sergei Lavrov pada hari Selasa (21/10/2025).
"Akar penyebab konflik perlu ditangani," lanjut Lavrov.
Sebelumnya, para pemimpin Eropa merilis pernyataan bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Pernyataan itu menyebut pembicaraan apa pun untuk mengakhiri perang di Ukraina harus dimulai dengan membekukan garis depan saat ini dan menuduh Rusia tidak "serius" tentang perdamaian.
Zelensky mengatakan diskusi tentang garis depan adalah "awal dari diplomasi", yang mana Rusia berusaha keras untuk menghindarinya.
Satu-satunya topik yang dapat membuat Moskow "memperhatikan" adalah pasokan senjata jarak jauh ke Ukraina, tambahnya.
Rusia Terus Gempur Ukraina
Serangan terbaru Rusia terhadap Ukraina menargetkan fasilitas energi yang menewaskan dua orang dan membakar rumah-rumah di Kyiv.
Puing-puing dari senjata yang jatuh berserakan di Kyiv, memicu kebakaran di hampir setengah distrik kota, kata Timur Tkachenko, kepala administrasi militer Ibu Kota Ukraina.
"Sepanjang malam musuh menyerang infrastruktur energi negara ini," ujar Svitlana Hrynchuk, Menteri Energi Ukraina, dalam sebuah unggahan Telegram, dikutip dari Reuters.
Baca juga: Putin-Trump Batal Bertemu Minggu Ini, Kremlin Beri Jawaban
"Serangan besar-besaran ini masih berlangsung," lanjutnya.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan bahwa 10 orang diselamatkan dari kebakaran di sebuah gedung tinggi di distrik Dniprovskyi.
Tkachenko mengatakan satu orang lainnya tewas dalam serangan di kota tersebut.
Kebakaran juga terjadi di distrik Pecherskyi, Desnianskyi, dan Darnytskyi, kata kedua pejabat tersebut.
Distrik Pecherskyi merupakan lokasi biara Kiev Pechersk Lavra - simbol sejarah spiritual dan budaya Ukraina.
Para pejabat Ukraina mengatakan serangan tersebut, yang berlangsung hampir sepanjang malam dan masih berlangsung hingga Rabu pagi, pertama kali dilancarkan dengan rudal balistik dan disusul dengan serangan pesawat tak berawak.
Baca tanpa iklan