Menteri Pertahanan Inggris: Negara NATO Bisa Kerahkan Pasukan ke Ukraina
Inggris telah mengalokasikan dana jutaan dolar dan memeriksa "tingkat kesiapan" pasukan Inggris untuk dikirim ke Ukraina
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Trump dilaporkan mendesak Zelensky untuk menyerahkan seluruh Donbas kepada Rusia, meskipun Moskow tidak memegang kendali atas seluruh wilayah tersebut. Donbas, pusat industri Ukraina, terdiri dari wilayah Luhansk dan Donetsk, tempat sebagian besar pertempuran sengit terjadi. Rusia pada hari Senin menyatakan posisinya tidak berubah.
Merezhko mengatakan ia "ingin melihat lebih banyak konsistensi" dari Trump dalam pesannya, dan mengisyaratkan presiden mungkin hanya akan melanjutkan pertemuan puncak dengan Putin jika ia yakin pertemuan tersebut akan menandai sebuah langkah maju, tidak seperti di Alaska.
Rusia terus melancarkan serangan udara intensif ke Ukraina meskipun Gedung Putih mengkritik serangannya di seluruh negeri.
Otoritas Ukraina mengatakan pada Selasa pagi bahwa Rusia telah menyerang semalaman dengan dua rudal balistik, empat rudal antipesawat, dan hampir 100 pesawat tanpa awak.
Rusia fokus pada infrastruktur penting di Cherkasy, Ukraina tengah, ungkap gubernur wilayah tersebut, Ihor Taburets, dalam sebuah unggahan di aplikasi perpesanan Telegram. Vyacheslav Chaus, gubernur Chernihiv, wilayah di utara Kyiv, mengatakan wilayah tersebut telah "diserang besar-besaran oleh pesawat tanpa awak" yang merusak pasokan listrik ke wilayah utara wilayah tersebut dan kota utamanya.
Zelensky mengatakan pada hari Senin bahwa ia bekerja sama dengan AS untuk memastikan Ukraina menerima sistem pertahanan udara Patriot buatan AS yang dibutuhkannya untuk mencegat serangan rudal Rusia.
"Ini bukan tugas yang mudah, tetapi ini merupakan salah satu jaminan keamanan bagi Ukraina—dan ini akan berhasil dalam jangka panjang," ujar pemimpin Ukraina tersebut. Ia mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa Kyiv sedang mempersiapkan kesepakatan untuk membeli 25 sistem Patriot.
Kutipan Pernyataan
Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan pada hari Senin: "Ketika Presiden Trump memimpin upaya perdamaian, di sini di Eropa, kami siap memimpin upaya untuk mengamankannya dalam jangka panjang."
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pertemuan puncak Budapest, dan CNN melaporkan pertemuan pra-KTT antara Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov telah ditunda.
(oln/nw/*)
Baca tanpa iklan