Beda Muka IOC Dulu dan Sekarang: Tadinya Sambut Prabowo, Kini Tak Mau Ada Even Olahraga di Indonesia
IOC dilaporkan mendesak berbagai federasi olahraga dunia untuk tidak menyelenggarakan acara olahraga apa pun di Indonesia.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Beda Muka IOC Dulu dan Sekarang: Tadinya Mesra, Kini Tak Mau Ada Even Olahraga di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM - Komite Olimpiade Internasional (IOC), badan olahraga dunia yang bertanggung jawab atas pelaksanaan berbagai jenis Olimpiade, menunjukkan dua wajah dan sikap yang berbeda terhadap Indonesia, hanya dalam satu tahun berselang.
IOC dilaporkan mendesak berbagai federasi olahraga dunia untuk tidak menyelenggarakan acara olahraga apa pun di Indonesia.
Desakan ini datang dari IOC setelah Indonesia melarang pesenam Israel ikut serta di Kejuaraan Dunia Senam Artistik yang sedang berlangsung di Jakarta.
Baca juga: Buntut Tolak Visa Pesenam Israel, Mimpi Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 Terancam Sirna
Sikap ini jelas berbeda pada apa yang ditunjukkan IOC pada 2024 silam.
IOC yang saat itu dipimpin Thomas Bach, menunjukkan keramahan dengan menyambut Prabowo Subianto yang saat itu masih menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia di Hotel Du Collectionneur, Paris, sekitar pukul 14:00 waktu setempat, Sabtu, (27/7/2024).
Memberikan jabat tangan erat, Bach mengatakan ke Prabowo yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia, komitmen mereka dalam mempererat hubungan Indonesia dengan komunitas olahraga internasional, khususnya dalam konteks partisipasi Indonesia dalam Olimpiade Paris 2024 saat itu.
“Terima kasih banyak. Kehormatan besar, kebahagiaan besar bagi kami. Selamat datang di Olimpiade, Pembukaan yang indah,” tutur Thomas Bach.
Prabowo bahkan mendapatkan plakat berupa medali yang merupakan penghargaan khusus dari Presiden IOC kala itu.
“Ini adalah medali yang dirancang oleh pendiri kami Pierre de Coubertin untuk mengenang pendirian IOC di sini, di Paris, di Universitas Sorbonne pada tanggal 23 Juni 1894," kata Thomas Bach.
Tak Mau Ada Even Olahraga di Indonesia
Namun, sikap IOC yang kini dipimpin Kirsty Coventry, berubah 360 derajat ke Indonesia.
Lembaga itu tak mau Indonesia menjadi tuan rumah even olahraga apapun lantaran keputusan untuk menolak Visa enam atlet senam Israel, sebuah keputusan yang menurut negara tuan rumah diambil untuk "menjaga ketertiban umum".
Dewan eksekutif IOC mengeluarkan pernyataan pada Rabu (22/10/2025) yang mengatakan telah merekomendasikan agar badan olahraga dunia berhenti menyelenggarakan acara di Indonesia.
Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, menolak visa bagi pesenam Israel awal bulan ini di tengah genosida Israel di Gaza, yang berarti mereka tidak dapat mengambil bagian dalam kejuaraan yang dimulai pada hari Minggu.