Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Mau Ambil Alih Pengiriman Bantuan Gaza, Tak Lagi Gunakan GHF, tapi PBB Khawatir

Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengambil alih pengiriman bantuan kemanusiaan di Gaza dan tak lagi gunakan GHF.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Mau Ambil Alih Pengiriman Bantuan Gaza, Tak Lagi Gunakan GHF, tapi PBB Khawatir
Tangkapan Layar/Puspen TNI
BANTUAN KEMANUSIAAN GAZA - Satgas Garuda Merah Putih II menerjunkan sebanyak total 17,8 ton paket bantuan kemanusiaan Indonesia menggunakan parasut di langit Gaza Palestina tepat di hari Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8/2025). Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan untuk mengambil alih tugas Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) dalam pengiriman bantuan kemanusiaan di Gaza. 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengambil alih pengiriman bantuan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF).
  • Pengambil alihan pengiriman bantuan ini dilakukan AS agar gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas tetap berjalan.
  • Berdasarkan kesepakatan tersebut, lebih banyak bantuan kini memasuki Gaza, di mana pemantau kelaparan global memperingatkan pada bulan Agustus bahwa kelaparan telah melanda.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengambil alih pengiriman bantuan kemanusiaan di Gaza.

AS berencana untuk mengambil alih tugas Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) untuk pengiriman bantuan tersebut.

GHF, yayasan yang mendapat dukungan Israel dan AS, dianggap kontroversial oleh dunia.

Yayasan tersebut didirikan pada bulan Februari 2025 dan langsung mendapatkan kritikan tajam dari PBB.

Kritikan itu muncul setelah lokasi distribusi GHF dikelola oleh kontraktor keamanan swasta dari AS dan diawasi oleh militer Israel.

Pendekatan ini, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, telah dikaitkan dengan jatuhnya korban jiwa yang signifikan di titik-titik distribusi.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah mendapatkan kritikan tajam dari badan amal dan PBB, kini AS berencana untuk mengambil alih tugas GHF.

"Berbagai pendekatan sedang dipertimbangkan untuk secara efektif menyalurkan bantuan kepada rakyat Gaza – belum ada yang final," ujar seorang pejabat senior pemerintah AS, dikutip dari Reuters.

Pengambil alihan pengiriman bantuan ini dilakukan AS agar gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas tetap berjalan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, lebih banyak bantuan kini memasuki Gaza, di mana pemantau kelaparan global memperingatkan pada bulan Agustus bahwa kelaparan telah melanda.

Tulang punggung operasional dari proposal yang dilihat oleh Reuters adalah apa yang disebut "Sabuk Kemanusiaan Gaza" - 12-16 pusat kemanusiaan yang ditempatkan di sepanjang garis penarikan pasukan Israel di Gaza.

Baca juga: Hamas Siapkan Tindakan Keras Terhadap Milisi yang Didukung Israel di Gaza

Pusat-pusat tersebut akan melayani orang-orang di kedua sisi garis.

Pusat-pusat tersebut juga akan mencakup "fasilitas rekonsiliasi sukarela" bagi para militan untuk menyerahkan senjata mereka dan menerima amnesti.

Serta pangkalan operasi terdepan bagi pasukan masa depan dengan pasukan stabilisasi internasional yang direncanakan untuk membantu demiliterisasi Gaza.

"PBB dan LSM di Gaza akan diberi mandat untuk menggunakan platform yang dikelola oleh CMCC dan akan menyediakan barang-barang yang didistribusikan dari pusat-pusat tersebut," menurut proposal tersebut.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas