Menhan Israel Peringatkan Hamas Soal Kekebalan, Sebut Seluruh Pimpinan jadi Target IDF
Menhan Israe, Israel Katz memberi peringatan keras terhadap Hamas soal kekebalan. IDF telah diberi perintah menargetkan pemimpin Hamas.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
"Beberapa saat yang lalu, IDF melakukan serangan presisi di daerah Beit Lahia di Jalur Gaza utara, menargetkan lokasi infrastruktur teroris tempat senjata dan sarana udara disimpan, yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pelaksanaan serangan teror yang akan segera terjadi terhadap tentara IDF dan Negara Israel," demikian bunyi pernyataan militer tersebut, dikutip dari Al Arabiya.
Mahmud Bassal, juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, mengonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa satu orang "tewas dalam serangan udara Israel di daerah Atatra di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, dan telah dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Shifa".
Serangan terarah pada hari Rabu itu dilancarkan menyusul gelombang pengeboman besar-besaran oleh militer Israel pada hari sebelumnya, Selasa, yang dipicu oleh tewasnya salah satu tentaranya di Gaza.
Badan Pertahanan Sipil Gaza mencatat, lebih dari 100 orang, termasuk banyak anak-anak, tewas dalam gelombang pengeboman pada Selasa tersebut.
Meskipun terjadi eskalasi, Israel pada Rabu pagi menyatakan telah memulai "penegakan kembali gencatan senjata", namun tetap menegaskan haknya untuk mempertahankan pasukannya di lapangan.
Baik Presiden AS Donald Trump maupun mediator regional Qatar sama-sama menyatakan harapan mereka kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS akan dapat dipertahankan.
Trump Santai Tanggapi Serangan Israel di Gaza
Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan santai terkait serangan Israel di Gaza.
Menurut Trump, serangan Israel di Jalur Gaza "tidak ada yang akan membahayakan" gencatan senjata.
Dikutip dari The Hindu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan "serangan yang kuat" ke Gaza setelah Menteri Pertahanannya menuduh Hamas menyerang pasukan Israel di lapangan.
Baca juga: Israel Sasar Gudang Penyimpanan Senjata di Beit Lahiya, Qatar Frustasi dengan Kekerasan Bertubi
Namun, Hamas menegaskan pejuangnya "tidak ada hubungannya dengan insiden penembakan di Rafah" dan mengukuhkan komitmen mereka terhadap gencatan senjata yang ditengahi AS.
Dari atas pesawat kepresidenan Air Force One, Presiden Trump membela tindakan Israel.
"Mereka membunuh seorang tentara Israel. Jadi, pihak Israel membalas. Dan mereka memang seharusnya membalas," kata Trump kepada wartawan.
Meskipun demikian, ia menekankan "tidak ada yang akan membahayakan" kesepakatan damai tersebut.
Wakil Presiden AS, JD Vance menambahkan gencatan senjata masih berlaku meskipun ada "pertempuran kecil".
(Tribunnews.com/Whiesa)