China dan Rusia Usir Militer India dari Pangkalan Udara di Negara Halaman Belakang Mereka
Tajikistan menempati persimpangan strategis: negara ini tuan rumah pangkalan militer asing terbesar Rusia, dan menerima pendanaan dari China
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Tajikistan adalah anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif Rusia (CSTO), aliansi militer yang dipimpin Rusia yang terdiri dari beberapa negara bekas Uni Soviet, yang dibentuk pada tahun 2002, yang terdiri dari Kazakhstan, Kirgistan, Armenia, Belarus, dan Rusia.
Di sebelah timur, Tajikistan berbatasan dengan wilayah Xinjiang di Tiongkok.
Dengan kata lain, Tajikistan seperti 'halaman belakang' bagi China dan Rusia.
Tajikistan menempati persimpangan strategis: negara ini menjadi tuan rumah pangkalan militer asing terbesar Rusia, dan menerima pendanaan dari China, Uni Eropa, India, Iran, dan AS untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan kemampuan antiterorisme, menurut Bloomsbury Intelligence and Security Institute (BISI), sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Inggris.
Kutipan Pernyataan
Andrea Stauder, analis senior di BISI, menulis dalam analisisnya pada bulan Juli tentang pentingnya Tajikistan di kawasan:
"Meskipun Rusia dan Tiongkok masih dominan, India memiliki peluang untuk memperluas perannya di luar keamanan dan menjadi bagian dari keterlibatan ekonomi."
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Keluarnya India dari pangkalan Ayni di Tajikistan memperkuat pengaruh Rusia dan Tiongkok, mempersempit jangkauan militer New Delhi di Asia Tengah.
India kini mungkin mengandalkan hubungan ekonomi dan diplomatik untuk mempertahankan pengaruh regional.
(oln/nw/*)