Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Zelenskyy: Separuh Serangan Udara Rusia Terpusat di Pokrovsk

Presiden Ukraina mengatakan hampir 50 persen serangan Rusia terpusat di Pokrovsk ketika Moskow mengklaim telah mengepung wilayah itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Zelenskyy: Separuh Serangan Udara Rusia Terpusat di Pokrovsk
Facebook Zelensky
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKY - Gambar diambil dari Facebook Presiden Ukraina pada Senin (8/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam pertemuan "Coalition of the Willings" di Paris, Prancis, pada 4 September 2025. -- Pada 3 November 2025, Zelenskyy mengatakan separuh serangan Rusia dipusatkan di Pokrovsk. 

Ia menyebut target ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan udara negara di tengah serangan Rusia.

Zelenskyy menegaskan bahwa meski ada kendala pasokan komponen, semua perusahaan yang memproduksi senjata jarak jauh masih beroperasi. 

Ia juga menyoroti bahwa drone kamikaze Shahed kini menjadi ancaman lebih serius dibanding rudal balistik, sehingga Ukraina terus meningkatkan produksi dan penggunaan drone pencegat, termasuk model yang memiliki sistem pelacakan otomatis (homing).

  • Trump: AS Belum Pertimbangkan Kirim Rudal Tomahawk ke Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ia belum benar-benar mempertimbangkan untuk mengirimkan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke Ukraina, meski laporan CNN menyebut Pentagon telah menyetujui opsi tersebut. 

Trump menegaskan belum siap mengambil langkah itu dan menilai pengiriman senjata tidak akan menyelesaikan perang.

"Tidak, tidak juga. Bisa saja terjadi, bisa saja berubah, tapi saat ini, saya belum siap," kata Trump.

Ia juga menyarankan agar Rusia dan Ukraina “dibiarkan berjuang hingga siap berdamai,” seraya menolak menetapkan batas waktu untuk mengakhiri perang. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Rusia memperingatkan bahwa pengiriman rudal Tomahawk akan merusak hubungan bilateral dan tidak akan mengubah situasi di medan perang.

"Sebagaimana situasi saat ini dan tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan, jelas bahwa militerisasi dan pengiriman senjata – terutama kepada rezim teroris – tidak akan menghasilkan penyelesaian. Lebih lanjut, tindakan tersebut akan bertentangan dengan janji kampanye yang dibuat oleh pemerintahan AS saat ini," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengomentari laporan tersebut.

Trump sebelumnya berjanji menengahi perdamaian antara Kyiv dan Moskow, namun hingga kini upaya negosiasi tersebut belum menunjukkan hasil nyata, lapor Russia Today.

  • Italia Siapkan Paket Bantuan Militer ke-12 untuk Ukraina

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang menyiapkan paket bantuan militer ke-12 untuk Ukraina sejak invasi Rusia dimulai pada 2022. 

Ia menegaskan bahwa posisi Italia tetap mendukung Ukraina dan bantuan baru akan disusun tanpa melemahkan pertahanan nasional.

Sejak awal perang, Italia telah mengirim 11 paket bantuan dengan nilai total sekitar 2,5–3 miliar Euro, termasuk dua baterai pertahanan udara SAMP/T. 

Paket ke-12 ini diperkirakan akan siap pada akhir 2025. Italia juga menyatakan kesiapannya bergabung dengan inisiatif NATO Daftar Persyaratan Ukraina yang Diprioritaskan (PURL) untuk pengadaan senjata seperti rudal Patriot dengan dana Eropa.

  • Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Patriot Tambahan dari Jerman

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa Kiev telah menerima tambahan sistem pertahanan udara Patriot buatan AS yang dikirim oleh Jerman. 

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas