Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Negara Terfavorit untuk Wisata Medis, Bukan Sekadar Liburan

Inilah 10 negara terfavorit untuk wisata medis. Wisata medis merupakan praktik bepergian ke suatu negara untuk mendapatkan perawatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in 10 Negara Terfavorit untuk Wisata Medis, Bukan Sekadar Liburan
Tangkap layar YouTube Bumrungrad International Hospital
TOP RANK - Tangkap layar YouTube Bumrungrad International Hospital, menampilkan halaman depan rumah sakit Bumrungrad di Thailand. Inilah 10 negara terfavorit untuk wisata medis. 
Ringkasan Berita:
  • Inilah 10 negara terfavorit untuk wisata medis
  • Pasien mempertimbangkan berobat ke luar negeri dengan berbagai alasan, seperti biaya dan fasilitas
  • Tetangga Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura menjadi salah satu destinasi wisata medis terfavorit.


TRIBUNNEWS.COM 
– Medical tourism atau wisata medis telah berkembang pesat selama lima belas tahun terakhir, mengutip globalhealthcareaccreditation.com.

Wisata medis merupakan praktik bepergian ke suatu negara bukan untuk berlibur, melainkan untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Dengan meningkatnya biaya layanan kesehatan di negara-negara maju dan semakin banyaknya pilihan layanan yang terjangkau di negara berkembang, semakin banyak orang yang memilih berobat ke luar negeri.

Berikut Tribunnews merangkum 10 negara terfavorit untuk wisata medis, dilansir nomadcapitalist.com, my1health.com, dan globalhealthcareaccreditation.com.

1. Malaysia

Jumlah pengunjung: 1,2 juta pasien (2018)
Fokus perawatan: Kardiologi, kesuburan, ortopedi, dan bedah kosmetik

Malaysia menerima jutaan wisatawan medis setiap tahun, terutama dari Asia, berkat infrastruktur yang maju dan biaya perawatan yang rendah.

Negara ini telah membangun fasilitas medis yang menyaingi Singapura, namun dengan harga jauh lebih murah.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah Malaysia bahkan mendirikan lembaga khusus untuk menarik ratusan ribu wisatawan medis bagi berbagai prosedur, mulai dari perawatan luka bakar hingga penyakit jantung.

Seiring meningkatnya biaya di Singapura, Kuala Lumpur kini menjadi alternatif utama dengan harga kompetitif serta layanan dan fasilitas setara pesaing regionalnya.

Bahasa Inggris digunakan secara luas di Malaysia, infrastrukturnya juga lebih baik dibanding beberapa negara Asia lain seperti India.

Malaysia mulai mengembangkan sektor wisata medis sebagai cara mendiversifikasi ekonomi sejak krisis keuangan Asia. Rumah sakit di sana menawarkan layanan seperti fertilisasi in vitro (IVF) dengan biaya sekitar seperlima dari tarif di negara-negara Barat.

Mereka juga menyediakan perawatan canggih untuk korban luka bakar serta pemeriksaan kesehatan lengkap termasuk tes darah hanya dengan beberapa ratus dolar—bandingkan dengan biaya ribuan dolar di Amerika Serikat.

2. Singapura

Jumlah pengunjung: 450.000 pasien (2018)
Fokus perawatan: Kardiologi, onkologi, dan ortopedi

Baca juga: 10 Negara Terbaik untuk Dikunjungi Bulan November: Jelajahi Puncak Himalaya di Bhutan, Ada Thailand

Meski tergolong mahal, Singapura memiliki salah satu sistem rumah sakit paling canggih di dunia.

Statusnya sebagai negara maju dengan ekonomi terbuka menjadikannya pusat wisata medis bagi pasien dari Asia maupun Barat.

Perawatan kanker menjadi spesialisasi unggulan, terutama di Rumah Sakit Gleneagles yang terkenal secara global.

Selain itu, banyak rumah sakit lokal lainnya yang menawarkan layanan medis berstandar tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Singapura sebagai sistem layanan kesehatan terbaik di Asia.

Meski beberapa pihak menilai sistem kesehatan Singapura yang efisien dan semi-sosialis bisa menjadi model dunia, tanggung jawab pribadi tetap menjadi faktor utama yang menjaga biaya kesehatan tetap terkendali.

3. Thailand

Jumlah pengunjung: 2,5 juta pasien (2018)
Fokus perawatan: Bedah kosmetik, perawatan gigi, dan ortopedi

Thailand telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata medis terbaik di dunia, dengan biaya rendah dan layanan unggulan.

Industri ini tumbuh lebih dari 20 persen setiap tahun.

Bangkok menjadi pusat utama, dengan Rumah Sakit Bumrungrad yang terkenal secara internasional.

Rumah sakit ini bahkan dijadikan model seperti Mayo Clinic di Amerika Serikat, dan sistem rekam medis elektroniknya pernah diakuisisi oleh Microsoft.

Thailand dikenal karena menawarkan berbagai operasi dan prosedur dengan harga terjangkau. Banyak dokter di sana menempuh pendidikan di Barat atau Singapura dan fasih berbahasa Inggris.

Krisis mata uang di akhir 1990-an justru menjadi titik balik bagi Thailand, yang kemudian fokus menarik wisatawan medis dari Asia, khususnya untuk operasi kosmetik. Kini, negara ini menjadi surga bagi operasi plastik dan prosedur non-elektif.

Sebagai perbandingan, operasi facelift yang di AS berharga US$20.000–US$80.000, di Thailand hanya sekitar US$6.000.

4. India

Jumlah pengunjung: 700.000 pasien (2019)
Fokus perawatan: Kardiologi, onkologi, dan ortopedi

Baca juga: 10 Negara Tertinggi di Dunia: Bhutan Terletak di Pegunungan Himalaya, Nepal Punya Gunung Everest

India kini menjadi salah satu tujuan utama wisata medis dengan operasi berbiaya rendah namun berstandar tinggi.

Negara ini terkenal dengan operasi bypass jantung dan prosedur medis kompleks lain yang jauh lebih murah dibanding negara Barat, bahkan bisa menghemat hingga 75?ri total biaya termasuk perjalanan.

Industri wisata medis India bernilai sekitar US$9 miliar, melayani hingga dua juta pasien asing per tahun.

Pemerintah India juga melonggarkan kebijakan visa medis, mempermudah akses bagi pasien dari berbagai negara.

Rumah sakit di kota-kota seperti Chennai dan Noida memiliki pasien asing hingga separuh dari kapasitas tempat tidurnya.

Hambatan bahasa juga minim karena sebagian besar tenaga medis fasih berbahasa Inggris.

Biaya perawatan di India bisa serendah sepersepuluh dari harga di AS atau Inggris.

Layanan populer mencakup transplantasi sumsum tulang, operasi mata, serta penggantian sendi pinggul.

Di Asian Heart Institute, misalnya, operasi bypass jantung bisa dilakukan dengan biaya kurang dari US$10.000, jauh di bawah tarif di Barat yang mencapai lebih dari US$100.000.

5. Turki

Jumlah pengunjung: 700.000 pasien (2019)
Fokus perawatan: Transplantasi rambut, bedah kosmetik, dan kedokteran gigi

Turki, yang terletak di antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah, memiliki sektor wisata medis yang tumbuh pesat.

Negara ini dikenal dengan dokter mata dan ahli bedah kosmetik kelas dunia.

Prosedur mata di sana rata-rata hanya menelan biaya sekitar US$3.000, jauh lebih murah dibanding tarif di negara Barat.

6. Republik Ceko

Jumlah pengunjung: 20.000 pasien (2018)
Fokus perawatan: Kesuburan, oftalmologi, dan bedah plastik

Republik Ceko menjadi pilihan populer di Eropa Tengah berkat layanan berkualitas tinggi dengan biaya lebih terjangkau dibanding Eropa Barat.

Praha kini dikenal tidak hanya sebagai kota indah untuk pensiun dan berbisnis, tetapi juga sebagai pusat perawatan medis seperti pemutihan gigi, terapi kesuburan, dan operasi kosmetik.

Negara ini juga memiliki sistem pajak rendah dan kualitas hidup tinggi, menjadikannya menarik baik untuk pasien medis maupun investor asing.

7. Kosta Rika

Jumlah pengunjung: 100.000 pasien (2018)
Fokus perawatan: Kedokteran gigi, bedah kosmetik, dan operasi bariatrik

Kosta Rika termasuk negara paling ramah bagi ekspatriat dan pensiunan di Amerika Tengah.

Negara ini menggunakan dolar AS dan memiliki layanan kesehatan publik dan swasta yang sangat baik.

Biaya operasi besar atau konsultasi medis di sana hanya sekitar seperempat dari biaya di AS.

Wisata gigi menjadi sektor yang berkembang pesat, dengan biaya implan gigi titanium hanya sekitar US$800, jauh lebih murah dibanding US$5.000 di AS atau Kanada.

8. Panama

Jumlah pengunjung: 60.000 pasien (2017)
Fokus perawatan: Bedah kosmetik, kedokteran gigi, dan ortopedi

Panama dikenal sebagai negara tujuan pensiun dan juga wisata medis.

Rumah sakit swasta di sana sering berafiliasi dengan rumah sakit besar di Amerika Utara.

Tenaga medis umumnya berbahasa Inggris, dan wisatawan dapat memperoleh asuransi kesehatan dengan tarif terjangkau.

Panama memiliki salah satu ekonomi paling bebas di dunia, serta kebijakan bebas visa hingga 180 hari untuk banyak negara.

Negara ini juga terkenal dengan dokter gigi berpengalaman yang menawarkan prosedur seperti implan dengan harga jauh lebih rendah dibanding di AS.

9. Meksiko

Jumlah pengunjung: 1,3 juta pasien (2019)
Fokus perawatan: Bedah bariatrik, kedokteran gigi, bedah kosmetik, terapi sel punca, dan ortopedi

Kota-kota besar di Meksiko memiliki rumah sakit dengan standar tinggi dan biaya lebih rendah dibanding AS.

Kedekatan geografis dengan AS serta kesamaan standar pelatihan medis membuat Meksiko menjadi pilihan utama bagi pasien Amerika.

Salah satu bidang unggulan Meksiko adalah kedokteran gigi.

Praktik dokter gigi tersebar di sepanjang perbatasan AS-Meksiko dan melayani ribuan pasien setiap tahun.

10. Brasil

Jumlah pengunjung: 250.000 pasien (2019)
Fokus perawatan: Bedah kosmetik, kedokteran gigi, dan bedah bariatrik

Berkat budaya yang sangat menekankan penampilan, Brasil telah menjadi pusat global untuk wisata medis bedah plastik.

Meskipun Meksiko populer di Benua Amerika, Brasil menonjol berkat kemajuan medisnya dan banyaknya ahli bedah kosmetik berkualifikasi tinggi.

Operasi plastik di Brasil dilakukan di rumah sakit dengan standar ketat, bukan di klinik biasa.

Sejak 1971, Brasil memiliki rumah sakit pertama di luar AS yang diakreditasi oleh Joint Commission International (JCI).

Kini, ada lebih dari 70 rumah sakit di negara tersebut yang memiliki akreditasi JCI.

Selain operasi “Brazilian butt lift” yang terkenal, Brasil juga unggul dalam operasi ortopedi, perawatan jantung, dan kedokteran gigi.

Tips Memilih Rumah Sakit

Mengutip bestclinicabroad.com, berikut sejumlah tips memilih rumah sakit untuk berobat atau perawatan.

1. Akreditasi dan Standar Internasional

Saat memilih rumah sakit di luar negeri, akreditasi adalah hal pertama yang perlu diperiksa.

Organisasi yang diakui secara global seperti Joint Commission International (JCI) dan International Society for Quality in Health Care (ISQua) menilai rumah sakit berdasarkan standar ketat dalam hal keselamatan pasien, kebersihan, hak pasien, dan kualitas layanan medis.

2. Keahlian Medis Spesialis

Pilih fasilitas kesehatan yang berspesialisasi di bidang perawatan yang Anda butuhkan.

Cari dokter dengan sertifikasi dewan terverifikasi serta pengalaman klinis relevan bertahun-tahun.

Pastikan tersedia tim multidisiplin yang terdiri dari ahli bedah, ahli anestesi, dan ahli rehabilitasi untuk mendukung proses perawatan.
 
3. Jangkauan Layanan dan Kontinuitas Perawatan

Fasilitas kesehatan unggulan biasanya menyediakan layanan komprehensif, mulai dari diagnosis hingga pemulihan.

Menurut Patients Beyond Borders, sekitar 72 persen wisatawan medis lebih memilih rumah sakit yang menawarkan semua layanan di satu tempat (one-stop medical service), termasuk pemeriksaan laboratorium, farmasi, hingga rehabilitasi.

4. Transparansi Biaya dan Kesesuaian Asuransi

Meski penghematan biaya menjadi alasan utama wisata medis, transparansi harga adalah faktor penting untuk membangun kepercayaan.

Laporan International Healthcare Research Center menyebutkan bahwa pasien dapat menghemat hingga 60 persen untuk prosedur di luar negeri, tetapi kejelasan biaya tetap menjadi perhatian utama.
 
5. Kenyamanan, Lokasi, dan Aksesibilitas

Aksesibilitas memengaruhi kenyamanan sekaligus proses pemulihan pasien.

6. Komunikasi yang Berpusat pada Pasien dan Kepekaan Budaya

Bahasa dan komunikasi menjadi aspek penting dalam membangun rasa aman dan kepercayaan.

7. Keamanan dan Pengendalian Infeksi

Wisatawan medis perlu memperhatikan standar kebersihan dan pencegahan infeksi yang diterapkan rumah sakit.

Pastikan fasilitas tersebut memiliki sistem sterilisasi, kebersihan lingkungan, dan pengawasan infeksi yang sesuai dengan standar internasional.

8. Ulasan dan Testimoni Pasien

Sebelum menentukan pilihan, baca ulasan pasien internasional di platform tepercaya seperti Patients Beyond Borders atau Best Clinic Abroad.

Rekam jejak yang konsisten dari pasien yang puas menunjukkan reputasi rumah sakit yang baik dan keandalan layanan mereka.

Baca juga: 10 Hal Biasa tapi Dilarang di Negara Lain: Singapura Tak Izinkan Permen Karet

9. Fasilitas Kenyamanan dan Dukungan Keluarga

Banyak rumah sakit unggulan kini menyediakan ruang pemulihan yang nyaman dan akomodasi ramah keluarga.

Beberapa juga menawarkan program kesehatan holistik, seperti fisioterapi, dukungan kesehatan mental, serta kegiatan relaksasi untuk pasien dan keluarga.

10. Perencanaan Keuangan dan Persiapan Perjalanan

Meskipun biaya perawatan di luar negeri umumnya lebih terjangkau, perencanaan matang tetap penting agar perjalanan berjalan lancar.

Rencanakan jadwal penerbangan, akomodasi, asuransi perjalanan, serta dana darurat untuk kebutuhan medis tambahan yang mungkin muncul.

(Tribunnews.com/Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas