Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Lunakkan Sikap, Hapus Presiden Suriah dari Daftar Teroris setelah Satu Dekade Konflik

AS cabut Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dari daftar teroris global, sinyal babak baru hubungan Damaskus–Washington usai satu dekade konflik berdarah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Lunakkan Sikap, Hapus Presiden Suriah dari Daftar Teroris setelah Satu Dekade Konflik
Tangkapan Layar YouTube LIVENOW From FOX
AHMED AL-SHARAA - Tangkapan Layar YouTube LIVENOW From FOX yang diambil pada Kamis (6/11/2025). momen pemimpin de facto Suriah Ahmed al-Sharaa (kiri) bertemu dengan Donald Trump (kanan) pada Sidang PBB di New York pada 25 September 2025. Trump cabut nama Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dari daftar teroris global, sinyal babak baru hubungan Damaskus–Washington usai satu dekade konflik berdarah. 

Untuk upaya normalisasi hubungan AS-Iran, Presiden Ahmed al-Sharaa dijadwalkan akan berkunjung ke AS pada 10 November 2025 untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Pertemuan ini dikonfirmasi langsung oleh Gedung Putih, sebagian dari upaya diplomasi Trump dalam mendorong perdamaian global.

"Saya dapat memastikan bahwa pertemuan itu akan berlangsung di Gedung Putih pada Senin depan. Ini merupakan bagian dari upaya presiden untuk bertemu siapapun di dunia demi mengejar perdamaian," ujar juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam konferensi pers.

Ini akan menjadi kunjungan pertama seorang presiden Suriah ke Amerika Serikat sejak pecahnya perang saudara pada 2011.

Keduanya sebelumnya sempat bertemu dalam Konferensi Puncak Arab di Riyadh pada Mei 2025, di mana Trump mengumumkan penghapusan sebagian sanksi ekonomi terhadap Suriah.

Agenda utama dalam pertemuan mendatang di Washington diperkirakan mencakup pembahasan kerja sama ekonomi, keamanan kawasan, serta dukungan terhadap rekonstruksi Suriah pasca perang.

Banyak pihak menilai pertemuan ini dapat membuka jalan bagi kembalinya Suriah ke panggung diplomasi global dan mempercepat proses pemulihan setelah bertahun-tahun terisolasi akibat konflik internal.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas