Janda Jamal Khashoggi Tanggapi Pernyataan Trump yang Pasang Badan untuk MBS
Janda Jamal Khashoggi kecam pernyataan Donald Trump yang bela Mohammed bin Salman dan menolak temuan intelijen AS soal pembunuhan suaminya.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
Khashoggi datang ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 untuk mengurus dokumen pernikahan.
Dia tak pernah terlihat keluar lagi.
Pihak Turki menyimpulkan Khashoggi dibunuh oleh tim yang dikirim dari Arab Saudi.
Otoritas Turki merilis rekaman dan sejumlah bukti lain yang menguatkan dugaan keterlibatan agen Saudi.
Laporan intelijen AS pada 2021 turut menyatakan bahwa operasi tersebut dijalankan oleh unit khusus Saudi dan diduga mendapat restu dari lingkar kekuasaan tertinggi.
Meski demikian, pemerintah Saudi membantah bahwa MBS memerintahkan pembunuhan itu.
Otoritas Saudi menyebut pelakunya sebagai “agen nakal” yang bertindak tanpa instruksi resmi.
Kasus ini memicu kecaman keras di berbagai negara.
Beberapa pemerintahan Barat menghentikan penjualan senjata ke Riyadh, sementara kelompok HAM menuntut investigasi independen.
Baca juga: AS Lindungi Pangeran MBS dari Gugatan atas Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi
Setelah sempat menyangkal, Arab Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam konsulat dan menggelar persidangan tertutup yang dikritik karena minim transparansi.
Pada 2019, delapan orang dijatuhi hukuman atas keterlibatan mereka.
Walau sudah ada vonis, pembunuhan Khashoggi tetap membayangi hubungan AS–Saudi.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan