Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Tinjau Medan Perang di Suriah Selatan, Tegaskan Israel Bisa Bertindak “Kapan Saja”

Netanyahu meninjau zona perang di Suriah selatan dan menegaskan Israel siap bertindak kapan saja. Kunjungan ini langsung memicu kecaman berbagai pihak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Netanyahu Tinjau Medan Perang di Suriah Selatan, Tegaskan Israel Bisa Bertindak “Kapan Saja”
TheNational/Toaf Maayan
PERINTAHKAN PENGHANCURAN - Netanyahu meninjau zona penyangga di Suriah selatan. Kunjungan dilakukan bersama jajaran petinggi keamanan Israel, menandakan langkah strategis, bukan sekadar inspeksi rutin. Israel menegaskan tidak akan menarik pasukan meski wilayah itu diakui sebagai bagian Suriah. 

Merespon kunjungan militer yang dilakukan Netanyahu, Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk keras kehadiran pemimpin zionis itu di zona penyangga Suriah selatan.

Ia bahkan menyebutnya sebagai tindakan ilegal yang melanggar kedaulatan nasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Hal serupa juga dilontarkan Duta Besar Suriah untuk PBB, Ibrahim Olabi, yang mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bukti terbaru dari agresi berkelanjutan Israel terhadap Suriah.

Ia mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas untuk menghentikan pelanggaran yang terus terjadi di wilayah perbatasan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan Netanyahu.

PBB menyerukan agar Israel mematuhi perjanjian pemisahan pasukan tahun 1974, yang menjadi dasar stabilitas kawasan sejak konflik Arab–Israel berakhir.

“Kunjungan yang sangat terbuka ini cukup mengkhawatirkan. Kami menyerukan kepada Israel untuk menghormati perjanjian pemisahan pasukan tahun 1974,” tegas Dujarric, seperti dikutip dari France 24.

Rekomendasi Untuk Anda

Kecaman juga datang dari Yordania, yang menilai langkah Netanyahu sebagai tindakan provokatif dan berbahaya.

Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut kunjungan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah dan berpotensi memperburuk ketegangan regional.

“Ini adalah eskalasi berbahaya yang hanya akan berkontribusi pada konflik dan ketegangan lebih lanjut,” ujar pernyataan resmi yang dilaporkan Anadolu Agency.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas