Angola dan Ethiopia Jajaki Kerjasama Multisektor dengan Indonesia
Angola dan Ethiopia tertarik memperdalam kerja sama di berbagai sektor dengan Indonesia.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Angola dan Ethiopia tertarik memperdalam kerja sama di berbagai sektor dengan Indonesia.
- Investasi Indonesia di Ethiopia sudah berjalan dengan melibatkan 6 perusahaan RI yang sudah beroperasi di sana.
- Finlandia memiliki teknologi tinggi dan ingin memperluas kerja sama di sektor data center dan telekomunikasi dengan Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, sejumlah negara termasuk Angola dan Ethiopia tertarik memperdalam kerja sama di berbagai sektor dengan Indonesia.
Pejabat kedua negara akan mengunjungi Indonesia tahun depan membahas peluang kolaborasi lebih rinci khususnya di sektor pertanian.
"Pertemuan bilateral tadi baik dari Angola maupun Ethiopia itu menyatakan keinginan untuk berkunjung ke Indonesia, dan tadi disampaikan mungkin pada kesempatan pertama di tahun depan," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Konferensi Pers KTT G20 Johannesburg, Afrika Selatan, secara virtual, Minggu (23/11/2025).
"Mereka ingin berkunjung ke Indonesia dan tadi karena sudah ada minat mereka untuk sektor tertentu termasuk pertanian," sambungnya.
Menko Airlangga menyatakan, investasi Indonesia di Ethiopia sudah berjalan dengan melibatkan 6 perusahaan RI yang sudah beroperasi di sana.
Airlangga bilang, Ethiopia meminta dukungan Indonesia untuk pengembangan agrikultur serta produk turunan kelapa sawit.
"Tentunya mereka juga membutuhkan support dari Indonesia, terutama untuk di sektor agrikultur dan juga sektor-sektor yang mereka sangat butuhkan adalah produk derivatif kelapa sawit," jelas Airlangga.
Finlandia juga menunjukkan minat investasi di Indonesia. Negara tersebut disebut memiliki teknologi tinggi dan ingin memperluas kerja sama di sektor data center dan telekomunikasi.
"Finlandia kita tahu negara dengan teknologi tinggi mereka berminat untuk masuk di dalam data center dan juga untuk yang terkait dengan telekomunikasi," ungkapnya.
Airlangga juga menegaskan bahwa beberapa negara lain juga menunjukkan ingin bekerja sama dengan Indonesia terutama dari segi ekonomi.
Baca juga: KTT G20 Johannesburg, Menko Airlangga Klaim Afrika Benua Masa Depan
Adapun dalam rangkaian KTT G20 di Johannesburg, sejumlah memorandum of Understanding (MOU) atau nota kesepahaman telah ditandatangani diantaranya PT Dahana dan Rain Metal terkait kerja sama pendirian fasilitas bahan peledak.
Kemudian, sektor hulu migas dengan nilai investasi awal Rp 2,6 miliar yang kini masuk tahap pembahasan lanjutan antara PT Pertamina (Persero) dan mitranya.
Baca juga: Menko Airlangga Pamer 1 Tahun Pemerintahan Prabowo: Ekonomi Tumbuh Dibandingkan Negara G20
"Hulu migas dengan perkiraan investasi setelah Rp2,6 miliar namun ini masih tahap lanjutan baik Pertamina dengan mitranya," papar dia.
Baca tanpa iklan