Putusan Final: Jair Bolsonaro Wajib Jalani Hukuman 27 Tahun Penjara
MA Brasil memerintahkan Jair Bolsonaro mulai menjalani hukuman 27 tahun atas upaya kudeta usai kalah dalam Pilpres 2022.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Mahkamah Agung Brasil memerintahkan Jair Bolsonaro mulai menjalani hukuman 27 tahun setelah seluruh upaya bandingnya ditutup.
- Jair Bolsonaro dihukum karena merencanakan kudeta pasca-kekalahan pemilu 2022.
- Bolsonaro ditahan di Brasilia setelah merusak monitor kaki dan dianggap berisiko kabur, ia mengaku merusaknya akibat paranoia obat.
- Bolsonaro juga dilarang berpolitik hingga 2060, sementara sejumlah sekutunya ikut dihukum.
TRIBUNNEWS.COM - Mahkamah Agung Brasil memerintahkan mantan Presiden Jair Bolsonaro untuk segera mulai menjalani hukuman penjara lebih dari 27 tahun, setelah putusannya dinyatakan final dan tidak bisa lagi diajukan banding.
Artinya seluruh jalur banding telah habis.
Tidak ada lagi mekanisme hukum yang dapat digunakan Bolsonaro untuk membatalkan atau mengurangi hukumannya.
Dengan demikian, putusan Mahkamah Agung bersifat mengikat dan wajib dijalankan.
Putusan ini diumumkan Hakim Alexandre de Moraes pada Selasa (25/11/2025).
Dalam perkara ini, Mahkamah Agung menegaskan bahwa tidak ada proses banding tambahan yang dapat diajukan, sehingga Bolsonaro harus mulai menjalani hukuman 27 tahun tiga bulan sebagaimana diputuskan sebelumnya.
Al Jazeera melaporkan bahwa Bolsonaro telah dinyatakan bersalah atas upaya merencanakan kudeta untuk mempertahankan kekuasaan setelah kekalahannya dalam pemilihan presiden 2022 dari rival utamanya, Luiz Inácio Lula da Silva.
Jair Bolsonaro terbukti berupaya merusak sistem demokrasi, terlibat konspirasi bersenjata, serta mendorong kerusuhan yang menyebabkan kerusakan fasilitas publik dan situs bersejarah.
Bolsonaro akan menjalani hukuman di markas Kepolisian Federal di Brasilia, tempat ia sebelumnya ditahan sejak Sabtu (22/11/2025).
Ia kembali ditahan setelah dianggap berisiko melarikan diri dan kedapatan merusak monitor pergelangan kaki yang ia kenakan selama tahanan rumah.
BBC menyebutkan bahwa dalam sidang sebelumnya, Bolsonaro mengakui mencoba membuka monitor kaki menggunakan besi solder, namun ia membantah bahwa dirinya berniat kabur.
Baca juga: Bolsonaro Ditangkap, Diduga Bakar Alat Pelacak dengan Solder demi Kabur dari Hukuman 27 Tahun
Ia mengklaim efek obat membuatnya paranoid hingga merusakkan perangkat tersebut.
Mahkamah Agung juga memerintahkan layanan medis penuh waktu untuk Bolsonaro setelah tim medisnya menilai kondisi kesehatannya menurun.
Mantan pemimpin sayap kanan itu berulang kali menyatakan dirinya menjadi korban “perburuan penyihir”, termasuk untuk mencegahnya maju kembali di Pilpres 2026.
Upaya Kudeta dan Kerusuhan 8 Januari
Pada September 2025, hakim-hakim MA menyatakan Bolsonaro mengetahui rencana ekstrem untuk menggagalkan transisi kekuasaan setelah kekalahannya.
Baca tanpa iklan