Sosok Presiden Umaro Sissoco Embalo Diculik Militer yang Melakukan Kudeta
Presiden Guinea-Bissau, Umaro Sissoco Embalo, diculik oleh militer yang membelot dalam kudeta di negara itu.
Penulis:
Hasanudin Aco
Sebelum berkarier di dunia politik, Embaló memiliki spesialisasi akademis dalam urusan Afrika dan Timur Tengah, serta dalam hal pertahanan, kerja sama internasional, dan pembangunan.
Ia adalah mantan Menteri Urusan Afrika.
Umaro Sissico Embalo terpilih sebagai presiden Guinea-Bissau sejak tahun 2019.
Di tahun 2020, Umar Sissoco Embaló kembalui menjabat setelah memenangkan pemilihan presiden untuk mengakhiri 46 tahun kekuasaan militer.
Pada tahun 2023, Presiden Embaló membubarkan parlemen yang dikuasai oposisi.
Di negara itu telah terjadi banyak kudeta sejak tahun 1980, tetapi sejak saat itu, mereka masih menghadapi ketidakstabilan.
Mengapa kudeta terjadi di Afrika?
Tentara melakukan kudeta karena menyalahkan korupsi di negara itu.
Sementara yang lain mengatakan hal itu dilakukan demi mengatasi kemiskinan dan demi kebutuhan mempersatukan negara.
"Negara-negara Afrika tidak memiliki kondisi yang umum untuk kudeta, seperti kemiskinan dan kinerja ekonomi yang buruk," kata peneliti Jonathan Powell tell BBC.
Penelitian yang mencakup 19 negara di Afrika menunjukkan 6 dari 10 negara semakin menegaskan bahwa korupsi merupakan alasan utama pelaku kudeta.
Menurut sebuah penelitian, 80 kudeta yang berhasil telah terjadi di Afrika sub-Sahara.
Laporan menunjukkan 108 percobaan kudeta yang terjadi antara tahun 1956 dan 2001 tidak gagal.
Uganda, Pantai Gading, Niger, Sierra Leone, Rwanda, Zimbabwe dan beberapa negara Afrika lainnya telah mengalami kudeta.
Dengan peristiwa Guinea-Bissau baru-baru ini, mereka telah bergabung dengan negara-negara seperti Niger, Burkina Faso, dan Mali dalam menghadapi pemerintahan militer.
Sumber: BBC/AFP
Baca tanpa iklan