KBRI Ankara Tingkatkan Sinergi Satgas PWNI dan PPI Turki Lewat Rapat Koordinasi
Kegiatan ini diikuti oleh 51 anggota Satgas PWNI dan 14 pengurus PPI dari 36 wilayah di seluruh Tu
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- KBRI Ankara menggelar Rapat Koordinasi Satgas PWNI dan PPI Turki.
- Acara ini dihadiri perwakilan dari 36 wilayah untuk memperkuat upaya pelindungan WNI.
- Dalam kegiatan tersebut, Dubes Achmad Rizal Purnama menekankan pentingnya peran Satgas sebagai first responder serta perlunya pendataan dan koordinasi yang lebih optimal.
TRIBUNNEWS.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara sukses mengadakan Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pelindungan WNI (Satgas PWNI) bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki di Bursa, 14-16 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 51 anggota Satgas PWNI dan 14 pengurus PPI dari 36 wilayah di seluruh Turki.
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menegaskan bahwa Satgas PWNI merupakan garda terdepan dalam upaya pelindungan WNI.
Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan yang berperan sebagai first responder bagi masyarakat Indonesia di Turki.
Dubes juga menekankan pentingnya peningkatan pendataan WNI secara manual di tiap wilayah serta pelaporan yang lebih terstruktur kepada KBRI dan KJRI.
Konsulat Jenderal RI di Istanbul turut menyampaikan penghargaan serupa.
Mereka menyoroti perlunya penambahan personel Satgas di wilayah dengan populasi diaspora yang terus bertambah, agar penanganan aduan lebih cepat, pemantauan kondisi WNI lebih menyeluruh, dan koordinasi dengan KJRI semakin efektif.
Rangkaian acara dibuka oleh sambutan Dubes RI, kemudian dilanjutkan dengan sesi panel yang membahas sejumlah isu pelayanan publik bagi WNI.
Perwakilan KBRI Ankara dan KJRI Istanbul memaparkan kebijakan kekonsuleran terbaru, sementara Atase Kepolisian RI, Kombes Pol. Harviadhi Agung Pratama, menjelaskan peran kepolisian dalam pelindungan WNI.
Topik diskusi meliputi legalitas mahasiswa Indonesia, isu perdagangan manusia, kesiapsiagaan bencana, hingga perkembangan kebijakan layanan kekonsuleran.
Acara ditutup dengan sesi berbagi pengalaman dari Satgas PWNI dan PPI terkait tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Para peserta mengapresiasi kegiatan ini dan berharap rakor dapat digelar secara berkala karena materi yang disampaikan dinilai sangat relevan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mendampingi dan melindungi WNI di Turki.
Kepala Departemen Advokasi PPI Turki, Rafid Rizqon Mumtaz, menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam upaya pelindungan WNI, khususnya mahasiswa Indonesia.
Sementara itu, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Ankara, Rahmah, berharap sinergi antara Satgas PWNI dan PPI dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi komunitas Indonesia di Turki.
(*)
Baca tanpa iklan