Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hamas Rayu Israel, Minta Jalan Aman bagi Anggota yang Terjebak di Terowongan Gaza

Hamas mendesak Israel membuka jalan aman bagi militan yang terkurung di terowongan Rafah, namun respon Tel Aviv belum mengarah pada kesepakatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hamas Rayu Israel, Minta Jalan Aman bagi Anggota yang Terjebak di Terowongan Gaza
Anews/File
SAYAP MILITER HAMAS - Hamas mendesak Israel membuka jalan aman bagi militan yang terkurung di terowongan Rafah, namun respon Tel Aviv belum mengarah pada kesepakatan. 

Situasi ini menempatkan Hamas dan Israel pada titik paling tegang dalam dinamika pertempuran bawah tanah di Gaza.

Gencatan Senjata AS Dipertanyakan Efektivitasnya

Di tengah memanasnya konflik, kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak 10 Oktober kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pelanggaran di lapangan.

Meski secara resmi kedua pihak dinyatakan berada dalam fase penghentian tembak, dinamika di medan perang menunjukkan ketegangan belum benar-benar mereda.

Hamas menilai gencatan senjata hanya berlaku secara formal dalam dokumen perjanjian, sementara aksi militer di wilayah Gaza masih terus terjadi.

Kelompok tersebut menuduh Israel tetap melakukan perburuan dan penangkapan terhadap anggotanya yang terkepung, bahkan mengklaim adanya pembunuhan terhadap militan yang berusaha keluar dari terowongan.

Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip utama gencatan senjata yang seharusnya menghentikan konfrontasi dan memberi ruang pada upaya diplomasi.

Di sisi lain, Amerika Serikat selaku mediator menilai implementasi gencatan senjata masih dalam tahap pengujian.

Rekomendasi Untuk Anda

Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, sebelumnya menyatakan bahwa terdapat sekitar 200 pejuang Hamas yang masih terjebak di Rafah.

Menurutnya, penyerahan diri para militan berikut senjata yang mereka bawa dapat menjadi indikator nyata apakah kedua pihak menjalankan komitmen gencatan senjata secara konsisten.

Dengan kata lain, keberhasilan proses perdamaian dapat diukur melalui sejauh mana Hamas dan Israel bersedia tunduk pada kesepakatan yang berlaku.

Kondisi di lapangan yang tidak sepenuhnya stabil menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas gencatan senjata yang digagas Washington.

Pertemuan diplomatik telah berlangsung, namun tembakan dan operasi militer yang masih terjadi memunculkan kesan bahwa penghentian perang belum terjadi sepenuhnya.

Selama Israel dan Hamas belum menunjukkan sikap patuh penuh terhadap kesepakatan, upaya rekonsiliasi terlihat sulit untuk mencapai fase damai yang utuh.

Gencatan senjata tetap berjalan secara politis, tetapi pelaksanaannya masih terhalang oleh realitas pertempuran yang belum berhenti di Gaza.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas