Rumah Warga Korban Banjir di Hat Yai Dijarah Massa
Banjir besar yang melanda 9 provinsi di wilayah selatan Thailand telah menewaskan 145 orang hingga hari Jumat (28/11/2025).
Penulis:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Banjir besar melanda 9 provinsi di wilayah selatan Thailand telah menewaskan 145 orang
- Kota Hat Yai yang paling parah terendam banjir ditinggalkan oleh warganya
- Rumah dan toko yang kosong dijarah oleh sekelompok warga
TRIBUNNEWS.COM, THAILAND - Banjir besar yang melanda 9 provinsi di wilayah selatan Thailand telah menewaskan 145 orang hingga hari Jumat (28/11/2025).
Hat Yai, sebuah kota di Provinsi Songkhla Thailand, berpenduduk 243.778 jiwa adalah wilayah yang paling parah terkena banjir.
Sebanyak 110 orang tewas di Hat Yai.
Hujan selama tiga hari berturut-turut membuat kota itu tenggelam, dengan tinggi banjir hingga mencapai tiga meter.
Banjir telah merusak lebih dari 33.000 rumah di Hat Yai dan sekitarnya.
Termasuk lima rumah sakit, 58 sekolah dan lebih dari 700 km jalan rusak terendam banjir, menurut penilaian awal GISTDA.
Penjarahan merajalela
Rumah yang ditinggal penghuninya untuk mengungsi di Hat Yai malah jadi sasaran para penjarah.
Dikutip dari Bangkok Post, Jumat (29/11/2025), penjarahan dilaporkan di beberapa bagian kota Hat Yai saat air banjir mulai surut.
Sebuah laman Facebook bernama Army Military Force mengunggah klip video yang memperlihatkan beberapa orang membobol gerbong kereta barang yang terdampar di Stasiun Hat Yai dan mengambil beberapa kotak bir Chang.
Dalam insiden terpisah pada hari Jumat, penjarah menyerbu pusat distribusi barang milik Boonrawd Brewery dan mencuri peti bir Leo dan Singha.
Piti Bhirombhakdi, wakil presiden eksekutif Boonrawd Brewery, mengatakan prioritas utama staf adalah membantu warga yang terkena dampak bencana, dan menambahkan bahwa tindakan hukum akan dilakukan pada tahap selanjutnya.
Pada hari Kamis, seorang pria mengunggah di Facebook bahwa ia telah menjarah minuman, rokok, dan barang-barang lainnya dari cabang 7-Eleven di “Distrik 8”.
Mayor Jenderal Polisi Siriwat Deepor, Wakil Juru Bicara Kepolisian Kerajaan Thailand, mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa toko swalayan tersebut telah dijarah pada Kamis malam oleh sekelompok orang.
Petugas menyusuri jalan-jalan yang tergenang air untuk mencapai toko tersebut setelah menerima laporan, tetapi para tersangka telah melarikan diri.
Baca tanpa iklan